Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Pemilukada Aceh
Pemilukada Putaran Ke - 2 Kab. Aceh Tamiang Disengketakan ke MK
Monday 01 Oct 2012 14:27:08

Sidang Mendengarkan Keterangan Para Pemohon dan termohon terkait Pelanggaran pemilukada Ka. Aceh Tamiang (Foto: Ist)
ACEH TAMIANG, Berita HUKUM - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) putaran ke - 2 Kabupaten Aceh Tamiang, Prov. Aceh Tahun 2012 dinilai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kab. Aceh Tamiang Agus Salim dan Abdussamad (No. Urut 4) dianggap terjadi sejumlah pelanggaran dari sebelum hingga sesudah pemungutan suara berlangsung. Oleh karena itu, mereka selaku Pemohon mempersengketakan masalah tersebut ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan No 63 / PHPU.D - X / 2012, Jumat (28/9) di Ruang Sidang Panel Gedung MK, Jakarta.

“Pelanggaran tersebut sudah masuk dalam katagori pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif, sehingga memengaruhi dan menguntungkan pasangan calon Nomor Urut 10 (Hamdan Sati - Iskandar Zulkarnain selaku Pihak Terkait), dan sebaliknya merugikan Pemohon”, urai Pemohon dalam permohonannya.

Menurut Pemohon melalui kuasa hukumnya Kamaruddin, pelanggaran - pelanggaran tersebut adalah menjelang pemungutan suara ada mobilisasi aparat TNI maupun POLRI / BRIMOB secara besar - besaran di Kab. Aceh Tamiang, yang menimbulkan keresahan masyarakat. “Bahkan, disaat yang bersamaan masyarakat sering melihat TNI dan Brimob keluar masuk kampung dengan senjata lengkap”, kata Kamaruddin.

Selain itu, menurut Pemohon, TNI juga melakukan tindakan yang negatif terhadap Arju Sahidir selaku Sekretaris DPC PA (Partai Aceh) Kec. Seruway. Arju Sahidir, kata mereka, mendapatkan perlakuan yang kasar dan caci maki dari anggota TNI yang berjumlah sebanyak 6 (enam) orang tersebut. Selain itu, Zailani selaku warga Seneubok saat menggunakan hak pilihnya ditarik oleh Kapolsek Manyak Payed. Tidak begitu lama, kata Pemohon, datang mobil yang berisikan anggota TNI mengusir Zailani.

TNI / Polri juga dibiarkan terlibat dalam pemenangan No Urut 10. Menurut Pemohon, hal ini dapat dibuktikan dengan stigmatisasi yang dilakukan mereka dengan menggunakan simbol “NKRI Harga Mati” diseluruh pos ronda malam yang sudah terpasang menjelang pelaksanaan Pemilukada. “Penggunakan simbol tersebut merupakan bentuk teror secara psikologis agar masyarakat jangan memilih kandidat yang diusung oleh Partai Aceh (Partai Mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka)”, terangnya.

Kemampuan mengaji Al - Quran Hamdan Sati juga dipertanyakan oleh Pemohon. Menurut mereka, Termohon yakni Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kab. Aceh Tamiang sengaja meluluskan Hamdan Sati sebagai calon pasangan. “Padahal secara fakta telah terbukti Hamdan Sati tidak mampu membaca Al - Quran”, jelasnya.

Dalil Pemohon Dibantah

Termohon dalam kesempatan yang sama membantah dalil - dalil Pemohon. Menurut Nur Alamsyah, kuasa hukum Termohon, pelaksanaan Pemilukada Aceh Tamiang telah berjalan sesuai dengan peraturan berlaku. Disisi lain, rapat pleno saat perhitungan surat suara yang dilakukan oleh Termohon juga dihadiri oleh saksi kedua pasangan calon.

Alhamdullah, Kata Alamsyah, kedua saksi pasangan calon tidak ada yang mengajukan keberatan terkait dengan perhitungan surat suara yang dilakukan oleh KIP Kab. Aceh Tamiang. “Saksi pasangan calon keberatan karena tekanan saja, bukan terkait perhitungan surat suara”, ucapnya.

Berkenaan dengan tuduhan Pemohon terkait dengan kerja sama yang dilakukan oleh Termohon dengan aparat pemerintah, kata Alamsyah, hal demikian tidak benar. Menurutnya, KIP tidak melakukan kerja sama dengan aparat pemerintah Kab. Aceh Tamiang. “Tidak ada kerja sama dengan aparat Pemerintah. KIP tetap netral”, terang kuasa hukum Termohon itu.

Diakhir sidang, Majelis Hakim Konstitusi setelah mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak, meminta untuk menghadirkan 5 (lima) orang saksi dari Pemohon dan Termohon pada sidang berikutnya, yakni Senin (1/10), Pukul 14.00 WIB. Rencananya pada perkara ini, Pemohon akan menghadirkan sebanyak 28 Saksi, dan Termohon menghadirkan sebanyak 10 saksi.(mk/bhc/rby)


 
Berita Terkait Pemilukada Aceh
 
Pemilukada Putaran Ke - 2 Kab. Aceh Tamiang Disengketakan ke MK
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]