Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Aceh
Pemerintahan Sekarang Sama Bobroknya dengan Pemerintahan yang Lalu
Monday 03 Jun 2013 22:36:49

Sekretaris Komite Pemuda Pase, Herlin Bukhari SE.(Foto: BeritaHUKUM.com/sul)
ACEH, Berita HUKUM - Satu tahun sejak dilatiknya Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib-Muhammad Jamil MKes, oleh Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah, masyarakat Aceh Utara sampai sekarang ini belum merasakan perubahan apapun. Padahal usia pemerintahan Cekmad (sapaan akrab bupati,red) sebagai Bupati Aceh Utara sudah berjalan hampir setahun.

"Seluruh masyarakat mengharapkan adanya perubahan nyata dari kepemimpinan beliau, namun hingga hari ini masih jalan di tempat," kata Sekretaris Komite Pemuda Pase, Herlin Bukhari SE, kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Senin (3/6).

Berbagai masalah, katanya, belum ada perubahan yang langsung menyentuh untuk kepentingan masyarakat kelas bawah misalnya mengenai Pemberdayaan Ekonomi Mikro (PEM) malahan saat ini dihapus programnya oleh Pemda Aceh Utara. Selanjutnya tentang pelayanan publik yang makin hari makin tidak beres, pembangunan infrastruktur publik misal sekolah, Puskesmas, dan program-program lainya justru mengalami stagnasi.

"Bahkan perhatian di bidang pendidikan malahan semakin merosot, seperti minimnya bantuan beasiswa kepada masyarakat miskin atau kurang mampu," sebutnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak kepada pemerintah Aceh Utara untuk segera merevisi jadwal pertemuannya dengan masyarakat, jangan hanya satu hari dalam seminggu. Karena mengingat efektivitas dan efesiensi serta kualitas pertemuan dengan masyarakat yang ingin menyampaikan saran atau apapun sangat rendah.

"Ada anggapan dari masyarakat bahwa Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara terkesan eksklusif atau jauh dari Rakyat," tuturnya lagi.

Dalam hal itu pihaknya juga mendesak agar Bupati Cekmad membubarkan staff ahli yang tidak produktif atau kompeten. Sebab, ini hanya menghamburkan uang untuk menggaji mereka serta tidak memberikan konstribusi apapun dalam membuat perubahan di Aceh Utara melalui konsep-konsepnya.

Komite Pemuda Pase menyimpulkan, bahwa selama hampir satu tahun periode pemerintahan Bupati/Wakilnya berjalan ditempat alias tidak ada perubahan nyata yang dapat dirasakan masyarakat secara keseluruhan. Dan diharapkan, Bupati segera melakukan evaluasi kinerja pada seluruh SKPA dan jajarannya serta menghentikan kegiatan plesiran atau jalan-jalan keluar kota.

Karena persoalan yang seperti kami sebutkan tadi di atas telah menjadi bagian dari pada isu yang semakin hari semakin hangat. "Pemerintahan sekarang sama bobroknya dengan rezim pemerintahan periode lalu," pungkasnya.(bhc/sul)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]