Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Tambahan Modal
Pemerintah Tambah Modal Ratusan Miliar ke IBRD, ADB, IFC, dan IFAD
Tuesday 13 Nov 2012 08:56:08

Ilustrasi, kota DKI Jakarta.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam upaya mempertahankan besaran persentase modal negara dan memenuhi kewajiban sebagai anggota pada sejumlah lembaga pembiayaan internasional, Pemerintah menambah modal ratusan miliar ke International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC), International Fund for Agricultural Development (IFAD), International Development Association (IDA), dan Islamic Corporation for The Development of Private Sector (ICDP).

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2012 tertanggal 25 Oktober 2012, Pemerintah menambah modal negara pada IBRD sebesar Rp 147,759 miliar. Penambahan modal sebesar ini terdiri dari:

A. Pembayaran pencairan Promissory Note sebesar Rp 39,174 miliar.

B. Pembayaran General Capital Increase (GCI) sebesar Rp 66,785 miliar atau setara dengan 7,030 juta dolllar AS.

C. Pembayaran Selected Capital Increase (SCI) sebesar Rp 41,800 miliar atau setara dengan 4,4 juta dollar AS.

“Penambahan penyertaan modal negara itu bersumber dari APBN 2012, dan dilakukan oleh Menteri Keuangan,” bunyi Pasal 2 Ayat (2) dan Pasal 3 PP tersebut.

Adapun penambahan modal pada ADB dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 89 Tahun 2012 tertanggal 25 Oktober 2012. Besaran penambahan modal pada ADB adalah sebesar Rp 353,741 miliar atau setara dengan 37,194 juta dollar AS.

Penambahan modal pada IFC sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2012 tanggal 25 Oktober 2012 adalah sebesar Rp 8,151 miliar atau setara dengan 850.000 dollar AS.

Penambahan modal pada IFAD dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2012 tertanggal 25 Oktober 2012 sebesar Rp 19 miliar atau setara dengan 2 juta dollar AS.

Sedangkan penambahan modal pada IDA sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2012 tertanggal 25 Oktober 2012 sebesar Rp 4,647 miliar, dan penambahan modal pada ICDP sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 2012 sebesar Rp 9,025 miliar atau setara dengan 950 ribu dollar AS.(es/skb/bhc/opn)


 
Berita Terkait Tambahan Modal
 
• PAL, Pindad, PT Garam, dan PT DI Dapat Tambahan Modal Negara
 
• Pemerintah Tambah Modal Ratusan Miliar ke IBRD, ADB, IFC, dan IFAD
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]