Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Pembunuhan
Pembunuh Istrinya PNS Polres Samarinda Divonis 13 Tahun Penjara
Wednesday 17 Oct 2012 09:08:49

Persidangan Sumantri (50), terdakwa yang membunuh Sumarsih (45) istrinya sendiri dengan cara membakar, di PN Samarinda Selasa (16/10), (Foto: BeritaHUKUM.com/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Selasa (16/10) akhirnya menjatuhkan vonis 13 tahun penjara atas Sumantri (50) terdakwa yang melakukan pembunuhan terhadap istrinya Sumarsi (40), seorang PNS pada Kesatuan Polres Samarinda dengan cara membakar.

Vonis Majelis Hakim yang di ketuai sumarsi, SH dengan I Gede Suatsana, SH dan Zainal, SH sebagai anggota selama 13 tahun penjara, lebih rendah 2 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Rukmini dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda selama 15 tahun penjara, karena terdakwa Sumantri secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melanggar pasal 351 KUHP dengan cara memukul dan membakar istrinya hingga tewas.

Sidang pembacaan vonis oleh Majelis Hakim tanpa di hadiri penasihat hukum terdakwa Sumantri tersebut, dijatuhi vonis selama 13 tahun penjara. Usai ketua Majelis Hakim, Mintarsi SH mengetukkan palu, terdakwa Sumantri (50) mengatakan, "saya langsung mengajukan banding bu hakim', ujarnya.

Usai sidang, Sumantri kepada wartawan mengatakan, "saya tidak terima dengan putusan yang dijatuhkan kepada saya selama13 tahun, ini terlalu berat karena KUHP tidak mengatur seperti itu, sehingga saya langsung banding,'' ujar Sumantri.

Jaksa Penuntut Umum, Sri Rukmini ketika dikonfirmasi BeritaHUKUM.com mengatakan, "vonis yang dijatukan Majelis Hakim sudah sesuai dengan undang- undang, yaitu 13 tahun penjara dari tuntutan selama 15 penjara, karena ancaman terhadap perbuatan terdakwa sesuai dengan KUHP dengan ancaman seumur hidup," jelas Sri.

"Kalau yang bersangkutan Sumantri mengajukan banding, maka kami juga melakukan banding", ujar Sri menambahkan.

Kasus ini bermula dari cekcok antara Sumarsi (45) warga Jl. Pelita 3 Rt. 12 Kelurahan Sambutan Kecamatan Sambutan Samarinda 19 Desember 2011 silam, ketika itu Sumantri (50) suaminya datang sekitar pukul 02.00 Wita dengan membawa bensin. Kemudian terjadilah cekcok mulut keduanya. Setelah itu, Sumantri langsung menyiramkan bensin ke sekujur tubuh istrinya, memukul dengan balok hingga tak berdaya, dan akhirnya ia membakar istrinya itu.

Akibat kejadian tersebut, Sumarsi mengalami luka bakar yang cukup serius, hingga dilarikan ke Rumah Sakit Islam Samarinda. Ke esokan harinya, ia di rujuk ke Rumah Sakit Umum A. Wahab Syarani Samarinda, namun beberapa hari dirawat, nyawa Sumarsi tidak bisa tertolong dan akhirnya meninggal dunia.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Pembunuhan
 
Update kasus kematian dosen Untag Semarang, AKBP Basuki jadi tersangka
 
Reka Ulang Kasus Anak Majikan Bengkel Pukul Korban dengan Palu hingga Tewas, Ada 18 Adegan
 
Polda Metro Tangkap 2 ART Pelaku Tindak Pidana 340, 338 dan 368 KUHP
 
Fakta Baru Penyelidikan Kasus Kematian Satu Keluarga di Bekasi, Dugaan Kuat 3 Korban Diracun Bukan Keracunan
 
Perkara Pembunuhan Brigadir J, Terdakwa Ferdy Sambo Dituntut Pidana Penjara Seumur Hidup
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]