Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Pembangunan 40 Unit Rumah Layak Huni (RLH) Paser Kaltim Diduga Berbau Korupsi
Tuesday 17 Mar 2015 06:45:04

Ilustrasi. Kondisi pada Pembangunan Rumah Sangat Sederhana (RSS) bagi warga nelayan Sungai Kurok III kecamatan Seruwe kabupaten Aceh Tamiang, provinsi Aceh yang bersumber dari dana APBN 2014.(Foto: BH/kar)
TANAH GROGOT, Berita HUKUM - Proyek pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) di Tanah Paser Kabupaten Tanah Grogot, Kalimantan Timur (Kaltim) sebanyak 40 unit dengan anggaran senilai Rp 2,6 Milyar yang menggunakan anggaran APBD Kaltim 2014 dtuding bermasalah dan diduga berbau korupsi dibalik pembangunan proyek tersebut.

Sumber yang berhasil dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com bahwa, dari 40 unit RLH pada 2 Kecamatan yaitu kecamatan Muara Komam 20 unit dan kecamatan Tanah Grogot 20 unit. Namun hingga saat ini, proyek perumahan tersebut ditengarai bermasalah karena ada beberapa titik bangunan yang seharusnya sudah terbangun RLH, namun ada yang masih tahap pondasi.

Proyek 40 unit rumah layak huni dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya, Provinsi Kaltim ini yang seharusnya sudah selesai sesuai kontrak sampai 30 Desember 2014, namun kini di lapangan proyek senilai Rp 2,6 milyar yang dikerjakan oleh CV. PK yang merupakan rekanan masih Dinas Cipta Karya Provinsi Kaltim masih ada bangunan RLH yang bahkan baru mulai dikerjakan.

Sebagaimana diwartakan media harian di Kaltim beberapa waktu yang lalu, di mana dalam satu paketnya yang terdiri dari 20 unit rumah layak huni bernilai Rp 1,3 miliar ada yang telah terbangun, namun beberapa unit diantaranya kondisinya boleh dikatakan hampir tidak layak, karena ada beberapa yang belum beratap.

Kapolres Paser AKBP Anggie Yulianto Putro, melalui Kasat Reskrim AKP Aldi Alfian Faroqi dan Kanit Tipikor Polres Paser IPTU Yulianto Eko kepada wartawan mengatakan, proyek pembangunan RLH yang bermasalah, seperti yang berada di Desa Padang Pangrapat, Jone, dan Kelurahan Tanah Grogot.

“Ada informasi masuk terkait proyek RLH dinas Cipta Karya Kaltim yang pembangunannya bermasalah, yang diduga dan adanya laporan sehingga sedang melakukan pendalaman, apakah benar bermasalah atau tidak," sebut Aldi Alfian.

Sementara, Kepala Bidang PU Cipta Karya Kaltim, Supeno yang beberapa kali akan di konfirmasi terkait adanya permasalahan tersebut selalu tidak berada di tempat, Demikian juga dengan Kasi Pembangunan yang dijabat oleh Rahmat, yang sejak awal bulan Februari 2015 lalu saat di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com alasan dari Satpam yang berjaga didepan pintu masuk kantor Cipta Karya bahwa, baik Kabid Supeno dan Rahmat sedang tidak ada di tempat.

"Maaf, Pak Kabid dan pak Rahmat tidak ada di tempat, siang telpon aja dulu," ujar Satpam tersebut.

Kepala Seksi Pembangun Rahmat terkesan menghindar dari pewarta BeritaHUKUM.com karena sejak awal Februari 2015 hingga ditayangkan pemberitaan ini, Rahmat tidak menanggapi baik telpon dari pewarta maupun pesan melalui SMS tentang hal dimaksud, sehingga patut diduga pembangunan proyek RLH yang berada di Tanah Paser bermasah dan diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan juta rupiah.(bhc/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
• AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
• Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
• Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
• Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
• Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]