Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Sampah
Pemanfaatan TPST Bantar Gebang Terus Dioptimalkan
2020-11-29 14:47:24

Lokasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.(Foto:: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta terus mengoptimalkan pemanfaatan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi Jawa Barat.

Kepala Unit Pengelola Sampah Bantar Gebang, Asep Kuswanto mengatakan, ada dua hal yang harus segera ditangani di TPST Bantar Gebang ini, yakni soal gunungan sampah yang lebih dari 50 juta meter kubik dan pengiriman sampah yang setiap harinya mencapai 7.800 ton.

Kedua persoalan besar ini dicarikan solusinya agar umur penggunaan area TPST Bantar Gebang ini bisa bertambah lama.

Maka langkah pengoptimalan TPST Bantar Gebang salah satunya dilakukan dengan landfill mining atau memanfaatkan gunung sampah menjadi energi terbarukan.

Kegiatan penambangan dengan cara landfill mining puluhan hingga ratusan ton sampah perhari tersebut dilakukan di zona yang sudah tidak aktif.

"Tujuannya untuk memperpanjang umur TPST Bantar Gebang, mendapatkan material sebagai bahan bakar alternatif Refused Derived Fuel (RDF) serta meminimalkan sumber kontaminasi potensial dari landfill dan daur ulang material," kata Asep, Jumat (27/11).

Ia menjelaskan, melalui landfill mining ini akan dihasilkan berupa kompos yang digunakan untuk penghijauan area TPST Bantar Gebang.

Sedangkan material halusnya dapat digunakan sebagai cover soil atau tanah urug dan RDF-nya dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar batu bara untuk produksi industri semen atau pembangkit listrik.

Disebutan, sejak 15 Oktober lalu, sampah lama yang dikelola menjadi RDF setiap harinya kurang lebih 50 ton.

Hingga saat ini, total sampah yang telah digali sebanyak 3.000 ton. Namun tidak semua sampah lama yang digali ini diolah menjadi RDF.

Untuk mengolah sampah lama ini pihaknya menyiapkan mesin pemilah sampah, yakni trommol screen, windshifter dan sharadder.

"Mesin ini untuk mengayak atau memilah sampah lama. Hasil ayakan ini dipilah lagi baru dikirim ke pihak CSR untuk dijadikan bahan bakar pengganti batu bara," tandasnya.(beritajakarta/bh/sya)


 
Berita Terkait Sampah
 
• Sisa Makanan, Plastik, dan Kertas Komposisi Sampah Paling Dominan
 
• UU Pengelolaan Sampah Untuk Menjaga Lingkungan
 
• Ditjen PSLB3 KLHK Didesak Miliki Langkah Terukur Tangani Volume Sampah
 
• Sampah Plastik: Reduce dan Reuse Dahulu sebelum Recycle
 
• Implementasi UU Pengelolaan Sampah Perlu Diawasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]