Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Samarinda
Peluru Nyasar Tembakan Anggota BNN Tembus Kaki Mahasiswa di Samarinda
2016-11-26 13:36:09

Tampak saat petugas Kepolisian saat melakukan olah TKP.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Fahrur Rahman (22) terpaksa harus terbaring di ruang ICU RSU A Wahab Syahrani Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Jumat (25/11) sekitar pukul 23.40 Wita malam. Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Fakultas Pertanian tersebut menjadi korban peluru nyasar yang meletus dari senjata laras panjang milik anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, yang saat melintas di jalan Pahlawan, pas di depan SMK I Samarinda.

Informasi yang dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com, saat itu anggota BNN mengejar bandar narkoba di Jalan Pahlawan, diduga menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih mengejar bandar narkoba yang menggunakan mobil berwarna biru dan anggota BNN tidak mengenakan pakaian dinas.

Tepat di pembelokan depan SMK I, mobi Avanza yang dikendarai anggota BNN tersebut langsung menghadang mobil biru yang diduga di kendarai bandar narkoba. Petugas BNN keluar dari mobil Avanza putih dengan senjata laras panjang langsung memuntahkan pelurunya untuk melumpuhkan target operasinya.

Namun, satu peluru yang meletus dari petugas BNN tidak tepat sasaran, sehingga pelurunya memantul dan menembus kaki korban Fahrur Rahman, yang pas sedang melintas bersama Anjas (22) temannya.

Saksi korban Fahrur Rahman kepada petuga Kepolisian di ruang ICU RSU A Wahab Syahrani pada dini hari tadi Sabtu (26/11) mengatakan, saat dirinya dan teman temannya melintas di jalan Pahlawan, yang hendak pulang ke kos mereka di Jl Perjuangan 7, pas depan SMK 1 ada mobil Avanza putih menghalangi mobil warna biru, dan mendengar suara tembakan sekitar 5 kali, jelas Fahrur.

"Saya sudah lewat di depan mendengar suara tembakan dan menoleh ke belakang, saya melihat mobil avanza putih pintunya terbuka dan meliat yang memakai baju putih pengang senjata laras panjang dengan mengeluarkan tembakan. Tiba-tiba kaki kiri terkena, ada yang kena, saya bilang saya kena tembak, saya berhenti dan di senter teman saya ternyata mengeluarkan darah, dan langsung dibawa ke ICU rumah sakit," ujar Fahrur.

Hal yang sama di katakan saksi Anjas, kepada petugas Kepolisian, dirinya mendengar sekitar 5 atau 6 kali suara tembakan.

"Tiba-tiba teman saya mengatakan kakinya terkena tembak. Setelah saya senter kakinya mengeluarkan darah dan langsung kita bawah ke Rumah sakit," ujar Anjas.

Pantauan pewarta, anggota Kepolisian dan anggota BNNP Kaltim mendatangi Rumah Sakit dan meminta keterangan korban. Setelah petugas Kepolisian dari Polres dan Polsek Samarinda Utara yang di pimpin Kapolsek meminta keterangan korban dan saksi langsung melakukan olah TKP.

Tampak olah TKP yang dilakukan anggota Kepolisian dan Propam yang di pimpin Kapolsek Samarinda Ulu, dini hari tadi menemukan 5 selongsongan peluru yang berserakan di jalan tempat kejadian perkara.

Namun, Kapolsek Samarinda Ulu yang di konfirmasi pewarta dini hari tadi belum bisa berkomentar.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Samarinda
 
AORDA Kaltim Usulkan Daerah Khusus Istimewa Kutai Raya Menjadi Ibu Kota Negara
 
Abdullah Bantah Proyek Gudang Arsip yang Diduga Fiktip di Kantor Dikdukcapil Samarinda
 
Makmur Ajak Masyarakat Beri Pengabdian Terbaik Bagi 'Benua Etam'
 
Pendapatan Daerah Sektor Pajak Menjanjikan dan Harus Digali dengan Optimal
 
Puji Setyowati: Masyarakat Samarinda Dihimbau Bijak Gunakan Panggilan Darurat 112
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]