Hal tersebut" /> BeritaHUKUM.com - Pelayanan Medis RSUD Langsa 'Amburadul', Keluarga Pasien Mengeluh

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pelayanan Masyarakat
Pelayanan Medis RSUD Langsa 'Amburadul', Keluarga Pasien Mengeluh
Tuesday 24 Sep 2013 22:56:28

Puluhan Pasien Terlihat Kesal Saat Menunggu Dokter Di Ruang Poli Klinik Diagnostik Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, Selasa (24/9).(Foto: BeritaHUKUM.com/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Pelayanan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa Amburadul, Spanduk Maklumat pelayanan, yang bertuliskan" dengan ini, kami menyatakan sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standards pelayanan yang telah di tetapkan, hanya jadi simbol untuk mengelabui masyarakat.

Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan pelayanan yang di alami Pasien pada saat berobat, seperti yang di alami Anjar (50), saat mengantarkan istrinya berobat, Selasa (24/9), Anjar di arahkan ke ruang Poli Klinik Diagnostik (ruang pemeriksaan Penyakit dalam).

Setelah menunggu hampir 4 jam, Dokter Poli Klinik Diagnostik, belum juga masuk, kemudian ,Anjar menghubungi awak media ini, amatan awak media ini bersama Tim dari yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Langsa, menemukan dokter pada ruang poli tersebut baru masuk sekitar, pukul 11:30 wib.

YARA, sangat menyayangkan Kinerja dokter yang bertugas pada ruang Poli Klinik Diagnostik (Penyakit dalam) RSUD Langsa, hal tersebut di sampaikan Manager Kesehatan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh perwakilan Langsa, Mahruddin, di dampingi ketuanya saat melakukan Investigasi pada Rumah Sakit tersebut.

Pihak berwenang Pada Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Langsa, saat hendak di konfirmasii, tidak seorangpun yang berada di tempat, Kabid Pelayanan Medis Dokter Doli, saat di konfirmasi tidak berada di tempat, menurut salah seorang stafnya yang enggan menyebukkan namanya, mengatakan, "Dokter Doli pergi ke Kuala Simpang". (kabupaten Aceh Tamiang).

Sementara Wakil Direktur Bidang pelayanan Dr.Dahniar M.Kes, juga tidak berada di tempat, menurut informasi dari stafnya Dr.Dahniar berangkat Ke Jantho (kabupaten Aceh Besar), setelah di hubungi berkali-kali melalui Hendpone Selulernya, tidak ada tanggapan, setelah awak media ini mengirimkan tiga pesan singkat melalui SMS, tiba tiba masuk satu pesan balasan SMS, dari nomor kontak Dr.Dahniar M.Kes, dengan bunyi," Maaf Om ini HP lagi di pake anaknya".

Begitu juga dengan Direktur Utama Dr.Herman juga tidak ada di tempat, awak media ini sempat ketemu dengan Kabid prasarana Samsul dan bendahara Nanang, mereka menolak menjawab pertanyaan, dengan alasan bukan wewenangnya, Setelah di hubungi beberapa kali, dan mengirim dua pesan singkat SMS, Sampai berita ini di turunkan belum ada tanggapan dari pihak rumah sakit.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Pelayanan Masyarakat
 
Kasus Penelantaran Pasien Terjadi Lagi, Kemenkes Tidak Belajar dari Kasus Sebelumnya
 
Innalillahi.., Karena Ditolak di 40 RS, Bayi Ini Akhirnya Meninggal
 
Pelayanan Medis RSUD Langsa 'Amburadul', Keluarga Pasien Mengeluh
 
Petugas Medis Mogok Pelayanan Masyarakat Terhenti
 
Kabupaten Gorontalo Miliki Kantor Pelayanan Pengaduan Masyarakat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]