Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Air Keras
Pelaku Penyiram Air Keras Bersembunyi Dikediaman Pamannya
Saturday 09 Nov 2013 00:38:26

Ricky Halim Tersangka pelaku penyiraman Air Keras menggunakan Baju Tahanan. ia kena jerat tuntutan hukuman penjara 7 tahun. Kasatreskrim Hengki Haryadi (kanan), dan Kabaghumas Herru Julianto (kir)i Polres Jakarta Barat, Jumat (8/11).(Foto: BH/bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras Mahasiswa Binus terhadap kekasihnya, Riki Halim Levin (23 tahun). Pelaku ditangkap di persembunyian di rumah pamanya di Pontianak Kalimantan Barat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Hengki Haryadi, (8/11) dalam jumpa persnya kepada wartawan menuturkan pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan Berat yang mengakibatkan luka berat.

"Pelaku terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara," kata Hengky di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (8/11).

Hengki menambahkan bahwa untuk pelaku, saat ini, polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadapnya. Selain itu, polisi juga akan mengkonfrontir keterangan Riki dengan saksi dan korban, termasuk dengan kakak korban sendiri. tersangka tiba pukul 17.30 Wib dengan dikawal anggota Polres Metro Jakarta Barat. Kemudian ia langsung menjalani penyidikan

"Sore tadi pelaku kami bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Hengky.

Hengky menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku bahwa penyiraman itu sudah direncanakan sejak awal. Namun, menurut pengakuan pelaku, pada awalnya targetnya adalah kakak korban tapi yang terkena siraman air keras itu malah kekasihnya.

"Berdasarkan pengakuannya sebenarnya tersangka ini bukan bermaksud untuk melukai korban. Saat itu, pelaku akan masuk ke kamar ditutup oleh korban, sehingga terkena kepada korban. Tapi keterangan itu akan dikonfirmasi dengan alat bukti lain untuk mengatehui motif sebenarnya," tutur Hengky.

Sementara pelaku ditemani oleh ibu dan kakak iparnya di Polres Metro Jakarta Barat, Bambang, kakak ipar pelaku yang turut mendampingi, menyebutkan, kepergian Riki ke Pontianak bukan karena ingin kabur dan lepas dari tanggungjawab. Menurut Bambang, Riki pergi setelah penyiraman karena panik.

"Adik saya bukan melarikan diri ke Pontianak, tapi karena panik jadi dia sembunyi dulu," kata Bambang di Mapolres Metro Jakarta Barat.(bhc/bar)


 
Berita Terkait Air Keras
 
• Pelaku Penyiram Air Keras Bersembunyi Dikediaman Pamannya
 
• Polisi Amankan Dua Pelajar Bawa Air Keras Untuk Tawuran
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]