Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Reshuffle
Patrialis: Pemberhentian Saya Karena Suasana Politik
Thursday 24 Nov 2011 02:01:09

Patrialis Akbar (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Setelah relatif lama sejak dicopot dari jabatan Manteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), akhirnya Patrialis Akbar punya kesempatan untuk ‘curhat’. Seperti tak ada lagi beban, ia pun membeberkan latar belakang pemberhentiannya dari posisi yang telah digantikan Amir Syamsuddin tersebut.

Menurut Patrialis, dirinya di-reshuffle bukan atas kesalahan atau kinerjanya yang tak memuaskan. Pencopotannya disebabkan akibat pertimbangan Politis. "Saya memang diberhentikan dengan tidak ada kesalahan apa-apa, tapi lebih disebabkan akibat suasana politik," kata dia di gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/11).

Namun, Patrialis tetap mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY yang telah memberikan kesempatan kepadanya menjabat Menteri Hukum dan HAM selama dua tahun lamanya. Politisi PAN ini pun mengaku bangga, karena sempat dipercaya Presiden SBY untuk menjadi 'Pembantunya' mengurusi Negara dan Pemerintahan.

"Saya berterima kasih kepada Allah SWT melalui Presiden SBY yang telah memberikan kesempatan membantu beliau selama dua tahun, ini hal yang sangat saya banggakan, dan berterima kasih kepada beliau," tutur dia.

Dalam kesempatan ini, ia pun menyampaikan permintaan maafnya kepada para Anggota Komisi III DPR yang pernah menjadi mitra kerjanya selama menjadi Menteri. Ia pun mengucapkan rasa terima kasihnya pula kepada para Anggota Dewan, karena sudah banyak membantu selama dirinya memimpin Kemenkumham.

Patrialis pun ‘buka kartu’ soal kesibukannya yang tak lagi menjadi Menteri. Menurut dia, kini ia memiliki aktivitas sebagai Pengacara. Profesi ini merupakan profesi lamanya yang sempat ditinggalkannya beberapa lama.

“Latar belakang saya sebagai Pengacara, sekarang itu adalah kegiatan saya. Saya banyak ketemu klien untuk konsultasi hukum. Itu baru sebatas pribadi. Saya sangat senang, karena bisa mengabdi untuk kepentingan masyarakat," jelasnya.

Terkait dengan tawaran dari Pemerintah untuk menjadi Dubes di Timur Tengah, Patrialis tidak mau terlalu berharap. "Tidak usah memberikan sesuatu yang belum pasti. Tapi kalau negara ini membutuhkan saya, ya pasti harus Siap berperan dimana saja. Tapi sekarang ini, saya sedang mempersiapkan sesuatu, saya mau studi lagi," selorohnya sumringah.(tnc/rob)


 
Berita Terkait Reshuffle
 
Presiden Lantik Menteri dan Wamen Kabinet Indonesia Maju
 
Jika Reshuffle Acuannya Kontroversi, Tiga Menteri Ini Layak Diganti
 
Bongkar Pasang Menteri Kabinet Jangan Sampai Timbulkan Polemik
 
Azis Syamsuddin Berharap Sosok Muda yang Matang dalam Kabinet
 
Indonesia Butuh Sosok Abdul Mu'ti
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]