Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Teroris
Pasca Penangkapan Teroris, Kedubes Myanmar Dijaga Ketat
Friday 03 May 2013 13:27:21

Kedutaan Besar Myanmar di Jalan H. Agus Salim, Jakarta dijaga ketat menyusul ditangkapnya sejumlah orang terduga teroris.(Foto: BeritaHUKUM.com/din)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Jalan H. Agus Salim Jakarat Selatan, dijaga ketat oleh pihak kepolisian, Jumat (3/5). Sejumah mobil polisi dan Baracuda bersiaga di depan Kedubes itu. Penjagaan ketat itu menyusul penangkapan terduga teroris tadi malam, Kamis (2/5) di jalan Bangka, Jakarta.

Aktivitas Kedubes Myanmar tampak tidak barjalan. Sejumlah pengunjung yang ingin masuk terpaksa harus kembali, karena tidak dibuka pintu. Sejumlah pria asing dan perempuan yang ingin mengunjungi Kedubes tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga. "Tidak boleh masuk," kata seorang pria yang kemungkinan berasal dari Myanmar.

Tampak sejumlah mobil barracuda, dua mobil pembawa barikade kawat berduri, dan delapan mobil truk pengangkut polisi tampak terparkir di depan kantor Kedubes Myanmar. Akibatnya, arus lalu lintas disekitar lokasi sangat padat.

Usai Salat Jumat, rencananya Forum Umat Islam (FUI) akan berdemo ke Kedubes Myanmar untuk memprotes aksi kekerasan terhadap etnis muslim Rohingnya.

Seperti diberitakan, penangkapan dua teroris kemarin juga disusul penggerebekan di markas teroris tersebut di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. Dari penggerebekan itu, seorang wanita bercadar juga diamankan. Sejumlah bom siap ledak dan cairan kimia juga disita dari rumah kontrakan tersebut

Penjagaan ketat itu menyusul penangkapan dua terduga teroris, JM alias A dan O, kemarin di Benhil, Jakarta Pusat. Dua teroris itu diketahui berencana meledakkan Kedubes Myanmar di Jl KH Agus Salim, Jakarta Pusat.

Usai Shalat Jumat ini, rencananya akan dimulai unjuk rasa. Selain untuk menjaga aksi teroris, penjagaan itu juga untuk mengamankan aksi demo itu.(bhc/din)


 
Berita Terkait Teroris
 
• Sesama Pendukung Jokowi Ribut! Noel Joman ke Denny Siregar: Kaulah yang Ingin Bangsa Ini Hancur
 
• JK Sayangkan Kepala BNPT Lempar Isu 198 Ponpes Terafiliasi Teroris Tanpa Bukti
 
• Pimpinan MPR: Kok Densus 88 Antiteror Tidak Kedengaran Melakukan Penangkapan di Papua?
 
• Kutuk Teror Rumah Ibadah di Makassar, HNW Desak RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama Segera Dibahas dan Disahkan
 
• Mabes Polri Diserang Terduga Teroris, Kapolri: Pelaku adalah Perempuan Inisial ZA dan Berideologi Radikal ISIS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]