Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Sampah Plastik
Pantai Publik Terakhir Jakarta Makin Sekarat
Wednesday 12 Oct 2011 00:58:30

Pantai Maruda yang kumuh dan tidak terawat (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Pantai Marunda merupakan pantai yang dapat diakses secara langsung oleh publik. Tetapi sekarang ini, kondisi pantai ini sungguh mengenaskan. Pantai yang seharusnya indah sebagai tempat mencari inspirasi, kenyataannya adalah gersang, kumuh dan tidak terawat.

Bagian pesisir Pantai Marunda hanya ada beberapa pohon kecil yang meranggas tak terawat. Pohon ini pun hasil dari program penanaman mangrove (bakau), beberapa tahun yang lalu. Pantai ini juga menjadi tempat terdamparnya sampah plastik dan sampah lainnya, dimana ketika air pasang sampah terbawa oleh air laut dan ketika pasang surut sampah tertinggal dan berserakan di pinggir pantai.

Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Ali Akbar menyatakan bahwa negara seharusnya bertanggunjawab untuk memastikan keselamatan pantai marunda sebagai wilayah yang dilindungi. " Untuk itu, perlu kerja-kerja kongkrit dilapangan yang dilakukan oleh masyarakat dengan tujuan membuka mata hati pemerintah untuk dapat optimal dalam menjalankan pekerjaannya," ujarnya, seperti yang dilansir situs Walhi, Selasa (11/10).

Bahkan, di tempat yang cukup mewah dan terkenal, seperti Pantai Ancol pun tidaklah cukup baik. Dimana, sudah tidak terlihat lagi hijaunya pohon mangrove yang menjadi tempat hidup burung-burung air. Sampah plastik juga terlihat mengotori pantai sehingga mengganggu pemandangan. Belum lagi aktivitas pengekploitasian sumber daya alam secara besar-besaran menjadi sebuah kebutuhan. Mengeruk sumber daya alam tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat adat telah menjadi sesuatu yang biasa.

Sebagiamana diketahui, awalnya Jakarta merupakan kota yang berpredikat kota maritim. Dimana terdapat sebuah teluk yang terletak di sebelah Utara kota, dengan perairan dangkal (kedalaman rata-rata 15 meter) dan luas sekitar 514 km2. Di teluk ini, bermuara 13 sungai yang melintasi kawasan metropolitan Jakarta.

Sementara itu, Kepulauan Seribu yang terdiri atas 108 pulau adalah gugusan kepulauan yang terletak di Teluk Jakarta. Pulau-pulau kecil ini tersebar di atas kawasan dengan jarak 80 km Barat Laut-Tenggara dan 30 km Barat-Timur dengan luas rata-rata kurang dar 10 ha dan elevasi rata- rata dari muka laut kurang dari 3 meter. (wdo/bie)


 
Berita Terkait Sampah Plastik
 
Mencegah Lobi-Lobi Solusi Palsu dari Pelaku Industri
 
Pemerintah Harus Jelas Tangani Sampah Plastik
 
Dyah Roro Dorong Pemerintah Serius Tangani Sampah Plastik
 
Marine Plastic Debris Menjadi Ancaman Baru Negara Asean
 
Indonesia Penghasil Sampah Plastik Kedua Terbesar di Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]