Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Bangsa
Panglima TNI: Pemuda Pemimpin Masa Depan Bangsa
2018-04-10 18:23:59

JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan bahwa pemuda pemimpin masa depan bangsa, oleh karena itu pendidikan karakter bagi generasi muda menjadi sangat penting dan harus terus menerus dilakukan oleh semua pihak demi harapan dan masa depan bangsa Indonesia.

Demikian sambutan tertulis Panglima TNI yang dibacakan Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedi Permadi, S.E., M.M.D.S., dihadapan 368 Siswa-Siswi SMA Taruna Nusantara pada acara pembekalan kepada peserta Karya Wisata Kelas XI yang bertemakan "Dengan Karya Wisata Edukasi Kita Siapkan Kader Pemimpin Bangsa Yang Berkarakter dan Handal", di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa(10/4).

"Kita harus menyiapkan kader pemimpin bangsa yang berkarakter dan handal sejak dini memang perlu dilakukan mengingat makin dinamis dan kompleksnya tantangan yang dihadapi bangsa dan negara," tegasMarsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa kepemimpinan yang diharapkan adalah kepemimpinan Pancasila yang memiliki sifat kepemimpinan modern, seperti berorientasi jauh ke depan dalam menentukan kebijaksanaan dan memecahkan persoalan, masa yang akan akan datang selalu diperhitungkan. "Kita bukan hidup untuk masa lampau, tetapi hidup untuk menyongsong masa yang akan datang," ucapnya.

Sifat kepemimpinan modern yang kedua menurut Panglima TNI yaitu berlandaskan pola pikir ilmiah, dalam mengambil keputusan harus sesuai dengan permasalahan serta diperlukan data dan informasi sebagai analisis dan kesimpulan. Ketiga, berpegang pada prinsip efisien dan efektif, dipadukan dengan nilai atau azas Pancasila agar terdapat tercapai keselarasan, keserasian dan keseimbangan.

Dalam sambutannya, Panglima TNI juga mengatakan bahwa setiap lembaga pendidikan termasuk SMA Taruna Nusantara, memiliki tugas utama mengembangkan kemampuan nilai-nilai akademis, dan terkandung tugas paling mulia dalam rangka mengembangkan potensi kepemimpinan sebagai generasi penerus bangsa di masa depan.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, karakter mengandung arti suatu tingkah laku dari manusia yang berbudi luhur dan tumbuh sebagai kebiasaan serta dapat berubah akibat pengaruh lingkungan. "Oleh karena itu,perlu usaha membangun karakter dan menjaganya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan dan menjerumuskan," katanya.(TNI/bh/sya)



 
Berita Terkait Bangsa
 
Indonesia Akan Maju Jika Jiwa Berkarya dan Ingin Bermanfaat Jadi Karakter Bangsa
 
Nasionalisme Iptek dan Riset Berbasis Keanekaragaman Hayati Diperlukan Untuk Kemajuan Bangsa
 
Bangsa Terbelah, Ini Menyedihkan
 
Bangsa Yang Dikepung Masalah
 
Refleksi Akhir Tahun 2019 Warganet: Indonesia Sudah 'On The Track' Menuju Bangsa Maju
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]