Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
Panglima TNI: Hidup Damai Jangan Saling Menyalahkan
2017-06-15 12:28:57

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada acara Safari Ramadhan yang dihadiri 25.000 di Lapangan Upacara Brigif 4/Dewa Ratna Kodam IV/Diponegoro, Slawi, Jawa Tengah, Selasa (14/6).(Foto: Istimewa)
JAWA TENGAH, Berita HUKUM - Jangan saling menyalahkan, menyebar kebencian, menjelekan dan saling mengkafirkan orang lain. Hal ini sering terjadi sehingga membuat beberapa tempat tidak damai, apabila terus berlanjut maka negara kita bisa porak poranda akibat perang sendiri. Kita harus hidup damai dengan berahklak mulia.

"Benih ini sudah ada, mari kita sama-sama sadarkan rekan-rekan kita, teman-teman kita yang suka mencaci dan menjelekkan orang lain bahkan yang mengatakan kafir kepada orang lain," kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya pada acara Safari Ramadhan yang dihadiri 25.000 orang, terdiri dari Prajurit TNI-Polri, para Ulama dan masyarakat serta 1.000 anak Yatim Piatu, bertempat di Lapangan Upacara Brigif 4/Dewa Ratna Kodam IV/Diponegoro, Slawi, Jawa Tengah, Selasa (14/6).

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa sifat yang dibenci Allah SWT adalah sifat yang sombong dan takabur, justru seorang muslim harus rendah hati. Muslimyang baik adalah Muslim yang mengenal dan mengamalkan sifat-sifat Allah SWT. Orang yang mengenal sifat Allah adalah orang yang Akhlakul Karimah (orang yang memiliki akhlak mulia).

"Orang yang mempunyai akhlak mulia pasti dekat dengan Allah SWT dan selalu mengutamakan kebaikan dan kebahagiaan orang lain, sedangkan orang yang suka menyakiti hati orang lain itu bukan akhlak yang mulia karena itu bukan ajaran islam," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan, "terima kasih kepada para Ulama yang bersama-sama dengan TNI dan masyarakat menjaga keamanan di Jawa Tengah sehingga aman, tentram dan kondusif karena masyarakat Jawa Tengah adalah warga yang berakhlak baik dan cinta damai," ucapnya.

Disela-sela sambutannya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan bahwa pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 yang akan datang, TNI bersama masyarakat akan melaksanakan Khatam Quran dan dilakukan oleh para Hafiz Quran mulai pukul 17.00 s.d. 18.00, baik di Indonesia bagian Timur, Tengah sampai Barat. "Khataman bersama dengan tujuan berdoa agar Indonesia penuh kasih sayang, kalau semuanya melakukan kasih sayang seperti sifat Allah SWT maka tidak ada keributan," jelasnya.

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI mengatakan bahwa pentingnya silaturahim bagi seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI. "Silaturahim yang dilakukan ditempat ini begitu ramai, indah dan berkesimabungan. Inilah wujud Indonesia bahwa TNI, Polri, Ulama dan Masyarakat bersatu, apabila ini selalu bersama-sama pasti negara kita akan aman dan damai," tutupnya.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI
 
• Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
 
• Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
 
• Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
 
• Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
 
• Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]