Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Pungli
Panglima TNI: Anggota TNI Terlibat Pungli Laporkan
2016-10-25 05:41:46

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 129 Pati TNI di Aula A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (24/10).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pungutan liar (Pungli) saat ini sangat meresahkan masyarakat karena hampir semua terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat selalu disertai dengan pungli, nilai uang 5 ribu atau 10 ribu bagi kita kelihatannya kecil, tetapi bagi masyarakat sangat terasa. Saya ingatkan bagi anggota TNI tidak ada satupun yg terlibat dengan Pungli, apabila ada anggota TNI yang terlibat agar masyarakat segera lapor kepada aparat satuan terdekat.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 129 Pati TNI di Aula A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (24/10), usai mengikuti Rapat Koordinasi yang di pimpin Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Istana Negara.

Panglima TNI dalam pengarahannya menyampaikan bahwa, Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), sudah ditandatangani Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Dalam Perpres tersebut, Satgas Saber Pungli bertugas untuk memberantas praktek pungutan liar secara efektif dan efisien. "Prajurit TNI agar bantu pemberantasan Pungli, lakukan langkah-langkah konkrit, apa yang disampaikan Presiden sebagai Panglima Tertinggi tentang Pungli itu adalah perintah," tegasnya.

Satgas Saber Pungli memiliki empat fungsi, yakni intelijen, pencegahan, penindakan serta yustisi. Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Satgas Saber Pungli mempunyai wewenang melakukan operasi tangkap tangan. "Buat program unggulan untuk memutus praktek Pungli sehingga ekonomi bergerak dengan baik dan stabilitas keamanan terjaga," imbuhnya.

Terkait Pilkada serentak pada tahun 2017 mendatang, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, TNI dan Polri berkomitmen untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan agar pelaksanaan pesta demokrasi dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar. "TNI akan menyiapkan segala kemampuan, daya dan upaya untuk membackup Polri dalam pengamanan Pilkada serentak," katanya.

"Pelaksanaan Pilkada serentak yang perlu diwaspadai adalah wilayah Jakarta, Aceh dan Papua karena wilayah tersebut selalu diamati dan menjadi perhatian dunia internasional, sehingga harus berjalan tertib dan lancar," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan agar mengedepankan sinergitas antara aparat keamanan dengan pemerintah diberbagai tingkatan sampai di tingkat desa dalam memantau setiap kemungkinan yang terjadi dan perkembangan situasi di wilayah.

"Lakukan deteksi dini dan cegah dini, oleh ketiga pilar utama pemerintah di desa yaitu Babinsa, Babinkamtibmas dan Kepala Desa/Lurah, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan sedini mungkin sebelum kejadian yang lebih besar, ciptakan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat dengan melakukan program unggulan, sehingga tercipta sinergitas antara TNI dengan masyarakat," pungkasnya.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait Pungli
 
• KPK Ajak Masyarakat Laporkan Praktek Pungli Bantuan Sosial di JAGA BANSOS
 
• Kajari Kampar Suhendri Tangkap Sekdes Gunung Sari terkait Pungli Program Prona
 
• Polda Banten Tetapkan 3 Tersangka Kasus Dugaan Pungli RSDP Serang
 
• Dorong Sekolah Bebas Pungli, Legislator Ingatkan Pemerintah Perkuat Pengawasan
 
• Resmob PMJ Tangkap 4 Preman Pemalak Sopir Bajaj dan Pengunjung Pasar Tanah Abang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]