Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
Panglima TNI: Alutsista TNI Untuk Memperkuat Pertahanan Negara
2017-08-11 16:16:51

JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pengadaan Alat Utama Sistim Senjata (Alutsista) TNI terbaru berupa pesawat tempur Sukhoi-35, bertujuan untuk memperkuat pertahanan negara sesuai postur Minimum Essential Force (MEF) Renstra II TNI Tahun 2015-2019.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti eksibisi Bola Voli dan Catur dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jl. Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta Pusat, Jumat (11/8).

"Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu hanya mengajukan spesifikasi teknis meminta Sukhoi-35 lengkap dengan persenjataannya, sedangkan yang memprosesnya adalah Departemen Pertahanan Republik Indonesia," kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, pemilihan pesawat tempur Sukhoi-35 karena memiliki banyak keunggulan serta telah teruji dalam medan tempur, untuk mengganti Armada Tempur Udara yang telah habis masa pakainya.

"Kita punya Pesawat F-5/Tiger yang lost time nya sudah satu setengah tahun yang lalu, dari hasil diskusi maka Sukhoi-35 yang terpilih. Jadi, kita harus membeli Alutsista yang terbaik dan pernah diuji coba untuk perang, jangan kita membeli hal-hal yang belum pernah dicoba," ungkap Panglima TNI

Sementara itu menjawab pertanyaan wartawan menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada generasi penerus bangsa harus dapat menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan terus bekerja bersama membangun bangsa. "Kita ini adalah generasi penikmat kemerdekaan, seperti yang dicanangkan oleh pemerintah harus terus kerja, kerja dan bekerja," katanya.

"Kepada masyarakat dan warga negara Republik Indonesia, ingat bahwa perjuangan merebut kemerdekaan ini luar biasa penuh dengan pengorbanan, jerih payah kita sendiri, maka kewajiban kita adalah kerja, kerja dan kerja untuk mengisi kemerdekaan ini," himbau Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan bahwa menjadi kebanggaan bersama sebagai bangsa Indonesia dengan keberagamannya tetap kokoh dan utuh, karena merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama. "Kita masih tetap bersatu, saya ingatkan bahwa banyak negara luar pecah hanya gara-gara faktor ekonomi, agama dan bahasa. Sementara Indonesia banyak sekali faktornya, tetapi tetap utuh," ujarnya.

Menanggapi kasus pemukulan oleh oknum TNI di Riau, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. "Anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Denpom 1/3 Pekanbaru, yang bersangkutan tetap akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," ucapnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pelaksanaan olahraga bersama yang melibatkan elemen TNI, Polri, Kemendagri dan wartawan dilakukan guna membangun jiwa sportivitas dan kebersamaan antar instansi. "Pertandingan persahabatan ini dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 antara TNI, Kemendagri, Kepolisian dan Wartawan," pungkasnya.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI
 
• Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
 
• Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
 
• Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
 
• Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
 
• Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]