Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Pakistan
Pakistan Tembak Mati 57 Anggota Taliban
Saturday 20 Dec 2014 03:13:59

Pakistan mengklaim telah menewaskan 1.700 anggota Taliban, tetapi angka ini sulit diverivikasi kebenarannya. Kelompok Taliban mengatakan, serangan terhadap sebuah sekolah yang menewaskan lebih dari seratus siswanya sebagai upaya balasan. Serangan Taliban atas sebuah sekolah di Pakistan yang menewask
PAKISTAN, Berita HUKUM - Militer Pakistan mengatakan telah menewaskan 57 anggota kelompok militan dalam serangan darat dan udara di wilayah yang dikuasai Taliban di dekat perbatasan Afganistan. Operasi militer ini digelar setelah Taliban menewaskan 141 orang dalam serangan di sebuah sekolah di Peshawar, yang mayoritas korban tewas adalah anak-anak.

Angkatan bersenjata Pakistan telah meningkatkan serangan terhadap kelompok Taliban di wilayah Waziristan Utara dan daerah lain yang menjadi basis kelompok tersebut.

Pada pekan ini, operasi ini mengkombinasikan antara serangan darat dan udara dengan melibatkan 20 pesawat tempur Pakistan.

Penyergapan pada Kamis malam oleh pasukan khusus di perbukitan Tirah, sebuah daerah di dekat perbatasan Afghanistan, telah menewaskan 32 orang militan.

Juru bicara militer Pakistan mengatakan mereka telah menewaskan lebih dari 1.700 anggota militan sejak serangan dimulai Juni lalu.

Namun demikian, akses yang terbatas ke banyak wilayah konflik, menyebabkan klaim angka-angka korban tewas itu sulit secara independen untuk diverifikasi.

Balas dendam

Upaya menghabisi jaringan kelompok Taliban difokuskan di wilayah Waziristan Utara di dekat perbatasan Afganistan.

Provinsi ini merupakan pusat kelompok Taliban Pakistan serta jaringan kelompok Haqqani -sebuah kelompok militan yang berbasis di Pakistan dan memiliki kaitan dengan Taliban dan al-Qaeda.

Kota Peshawar, di dekat perbatasan Afghanistan, belakangan menjadi lokasi aksi kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir yang berpuncak pada serangan hari Selasa di sebuah sekolah yang dikelola militer.
Pembantaian di sekolah terseebut telah memancing kemarahan di seluruh dunia.

Taliban mengatakan bahwa serangan itu merupakan tindakan balas dendam akibat operasi militer Pakistan belakangan.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pakistan
 
• Mantan Perdana Menteri Imran Khan Diringkus KPK Pakistan
 
• Imran Khan, Mantan PM Pakistan, Ditembak Saat Protes Pemerintah - Siapa Terduga Pelaku?
 
• Mahasiswa Pakistan Disiksa Hingga Tewas karena 'Menista' Agama
 
• Serangan Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, Puluhan Tewas
 
• Bioskop-Bioskop Pakistan Boikot Film India Akibat Ketegangan di Kashmir
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]