Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
PWI
PWI Aceh Laksanakan Training Charakter dan Etika Jurnalistik
Friday 06 Dec 2013 10:33:59

Kepala Persatuan Wartawan Indonesia Tarmilin Usman bersama Tutor.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan Aceh melaksanakan Training Charakter Dan etika Jurnalistik bagi Wartawan Aceh, Kamis (5/12) di Lantai dua aula kantor tersebut . Training dengan thema mewujudkan Wartawan profesional Cerdas Dan beretika tersebut, diikuti bukan saja dari PWI, juga dari berbagai Organisasi Wartawan yang ada.

Dalam sambutannya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), perwakilan Aceh tarmilin Usman trening ini terbuka untuk semua Wartawan yang ada di Aceh dengan tanpa membedakan dari organisasi mana Wartawan tersebut. Panitia acara," Aldi MR, dalam sambutannya mengatakan training ini merupakan gelombang (sesi) keempat dalam tahun 2013 ini.

Bertindak sebagai tutor charakter (charakter & Team Building Journalist Aceh," Maskur Abdullah dari Tim penguji Kompentensi Wartawan Indonesia, yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Pers Indonesia. Memaparkar bagaimana Wartawan itu membentuk karakter, Dan untuk memiliki karakter Sukses dalam mengubah perspektif.

Sedangkan Etika Jurnalistik diajarkan oleh Tutor Imam Wahyudi dari Dewan Pers, pedoman penyebaran, pemberitaan media Siber, kode etik filantropi media massa, di antaranya Arsitektur Media, standar perlindungan profesi Wartawan, Standar perusahaan Pers (PDP No.4/Peraturan-DP/III/2008), dan Standar Kompensasi Wartawan (PDP No. I/Peraturan-DP/II/2010).

Merujuk pada kode etik jurnalistik, SK Dewan Pers No. 03/SK-DP/III/2006 yang di sahkan dengan peraturan Pers No/peraturan-DP/V/2008, yang di tanda tangani oleh 29 organisasi Pers pada hari selasa 14 marett 2006.

Sementara Dr.Abdullah R, M.Si Praktisi Media dan pakar budaya, dengan tema etika pers dalam kontek Global, Indonesia merdeka 1945 secara HUKUM internasional, sedangkan Sabang masuk ke dalam NKRI pada tahun 1950, setelah agresi militer ke dua, Dan keunikan Sabang antara Fuket thailand lautan hindia, karena tempat transportasi budaya dan agama, pertanyaan nya kenapa dulu maju, sekarang tidak lagi," ujarnya.

Kalau kita ingin maju lakukanlah Negosiasi dan diplomasi, jangan pers sebagai propokator namun jadilah sebagai mediator, kemampuan negosiasi itulah yang di butuhkan baik pemerintah, pers dan Masyarakat sudah mampukah kita melakukannya.(bhc/kar)


 
Berita Terkait PWI
 
• Kasus Polisi Vs FPI, Peristiwa Apapun Wartawan Tugas Lapangan Harus Lakukan Investigasi dan Jangan Ragu
 
• Panglima TNI Terima Ketua Umum PWI Pusat
 
• Pemenang Anugerah Jurnalistik MH Thamrin: 'DKI Belum Mampu Atasi Transportasi'
 
• PWI Aceh Laksanakan Training Charakter dan Etika Jurnalistik
 
• SBY: Saya Salah Satu Korban Pers
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]