Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PT KAI
PT KAI Tunggu Sertifikasi 37 Lokomotif Baru
Sunday 16 Jun 2013 22:16:05

Direktur Keselamatan dan Keamanan PT. KAI, Rono Pradipto (kanan).(Foto: Ist)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menunggu sertifikasi Kementerian Perhubungan atas 37 lokomotif yang dipersiapkan untuk antisipasi transportasi angkutan Lebaran 2013.

Direktur Sarana PT Kereta Api Indonesia, Rono Pradipto mengatakan, 37 lokomotif tersebut merupakan bagian dari 100 lokomotif tambahan dengan tipe 206.

"Dari 100 lokomotif yang dibeli PT KAI, baru 50 lokomotif yang sudah datang dan telah teruji, mulai dari dinamis, statis, dan taktis. Kami berharap sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun ini, sertifikasinya sudah bisa diberikan,” kata Rono kepada wartawan di kantor Balai Yasa Yogyakarta, Sabtu (15/6).

Rono menjelaskan, dari 50 lokomotif yang telah datang itu, saat ini baru 37 lokomotif yang sudah sampai uji operasional, yakni sedang menjalani uji jalan lerengan atau tanjakan. "Setelah uji jalan ini, lokomotif akan diberikan sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan," ujarnya.

Lebih lanjut Rono mengungkapkan, 100 lokomotif tersebut dibeli dari General Elektrik Amerika senilai Rp 24 miliar per unitnya.

“Kami berharap 50 lokomotif sisanya, bisa selesai didatangkan tahun depan, karena ini menjadi armada tambahan untuk hadapi lebaran juga,” katanya.

Selain tipe 206, menurut Rono, PT Kereta Api Indonesia juga akan menambah 44 lokomotif tipe 205 untuk pengangkutan batu bara.

"Total lokomotif yang akan selesai didatangkan hingga 2014 mendatang berjumlah 144 unit. Yakni 100 lokomotif tipe 206 untuk tambahan angkutan lebaran, dimana baru 50 unit yang telah datang pada 2013, dan 44 lokomotif tipe 205 untuk pengangkutan batubara," tambahnya.(rm/ipb/bhc/opn)


 
Berita Terkait PT KAI
 
KAI Akan Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrak KRL
 
KAI Layani Tes PCR Selama Nataru, Tarifnya Rp195.000 di 17 Stasiun
 
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
 
Pemerintah Cabut Subsidi untuk 5 Kereta Api Ekonomi, Ini Daftarnya
 
PT KAI DAOP 1 Jakarta Siap Melayani Angkutan Nataru 2018/2019
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]