Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
PLTN
PLTN Non Komersil Solusi Tekan Kepentingan Politik
Saturday 07 Dec 2013 14:09:21

Menristek, Prof. Gusti Hatta dan Kepala Batan, Prof. Djarot, berfoto bersama Pejabat dan Peneliti Batan yang telah memasuki masa paripurna.(Foto: BH/boy)
SERPONG, Berita HUKUM - Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) menyetujui dan mendukung adanya program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Non Komersil berskala kecil pada rancangan pembangunan di tahun 2015. Hal itu diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi, Prof. Gusti Muhammad Hatta usai memberi sambutan pada hari ulang tahun Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) ke 58 Tahun, Jumat (6/12).

"Saya menilai PLTN non komersil ini dapat bermanfaat membantu suplai kelistrikan dan juga sebagai contoh pembangunan bahwa PLTN berskala kecil dan non komersil ini adalah aman juga ramah lingkungan,” papar Gusti pada Berita HUKUM.

Menurut Gusti rancangan dijadikannya PLTN non komersil berskala kecil pada 2015 kelak akan diterapkan terlebih dahulu di Kawasan Pusat Penelitian dan Teknologi dan area di perumahan staff Ristek di Serpong.

Dewan Energi Nasional juga menyepakati sebagaian besar energi nuklir untuk kebutuhan energi listrik harus menjadi salah satu produksi energi listrik utama dalam mendukung energi nasional sampai tahun 2020.

Adapun rancangan model PLTN non komersil berskala kecil menurut Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot S Wisnubroto adalah berkekuatan maksimal dari 1 hingga 30 Megawatt (MW) dengan kebutuhan nilai anggaran sebesar Rp. 900 Milyar hingga Rp. 2 Trilyun.

“Rancangan kami ini sebatas untuk Non Komersil berskala kecil. Dan ini adalah contoh dan solusi kelistrikan agar kedepan tidak menambah gesekan dan tarik menarik kepentingan politik karena jika kita membangun PLTN berskala besar dan bersifat komersil tentu masalah perlu atau tidak perlunya pembangunan PLTN tidak akan terjawab. Padahal kebutuhan listrik semakin meningkat, “ ungkap Djarot.

Djarot menambahkan, dibangunnya PLTN berdaya 1-30 megawatt itu, setelah berkonsultasi dengan Badan Pembangunan Perencanaan Nasional (Bappenas). Berdasarkan UU no 17 tahun 2007 tentang Pembangunan Jangka Panjang Nasional mewajibkan PLTN sudah harus beroperasi paling lambat antara 2015-2019.

Pada 2014, Batan terlebih dahulu akan menerapkan langkah analisis dampak lingkungan juga dipelajari apabila terjadi gempa. Setelahnya pada 2015 mulai dibangun langkah pembangunannya.

"Sebenarnya ada beberapa daerah yang menawarkan agar dibangun PLTN, yang penting PLTN aman dan keselamatannya terjamin, namun tidak semudah itu karena harus berhadapan dengan DPR dan berbagai pihak," jelas Djarot.(bhc/mat)


 
Berita Terkait PLTN
 
• Koalisi Masyarakat Tolak PLTN Kaltim
 
• Menko Sofyan Tolak Investasi PLTN Rusia
 
• Aspek Politik Akan Ganjal Fase Dua Pembangunan PLTN
 
• PLTN Non Komersil Solusi Tekan Kepentingan Politik
 
• Sebelum Mengambil Keputusan Besar, PLTN Dianggap Efisien dan Efektif?
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]