Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Islam
PKB Berharap Koalisi Partai Islam Segera Terwujud
Friday 06 Sep 2013 18:37:41

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengatakan bahwa saat ini wacana koalisi partai Islam belum disikapi dengan baik. Padahal, wacana menyatukan partai islam adalah gagasan yang baik.

"Komunikasinya tidak intens," kata Marwan di Gedung DPR, Jumat 6 September 2013. Selain itu, kata Marwan, soal figur yang ingin diajukan calon presiden juga masih dalam perdebatan.

"PKB coba untuk menggalang pertemuan partai Islam. Itu idenya baik, tapi untuk mengkonkritkan ide-ide itu cukup berat. Kumpul saja sangat sulit apalagi sampai tahapan untuk mengendors seseorang untuk jadi capres dan cawapres," kata Marwan.

Meski demikian, PKB tetap berharap ide ini ditanggapi sehingga konsolidasi bisa segera dilakukan.

Menurut dia, koalisi partai Islam bisa menjadi salah satu cara untuk memperjelas arah pencapresan. "Semua tidak jelas arahnya, semua pengen nyalon (capres)," kata dia.

Salah satu politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menilai ide koalisi partai Islam untuk Pilpres 2014 sudah tak relevan. Mahfudz menegaskan, budaya politik primordial justru membuat proses demokratisasi di Indonesia mundur.

"Selain itu, sekarang ini sulit membeda-bedakan mana partai Islam dan mana yang bukan Islam," katanya, seperti dikutip dari viva.co.id.

Ketua Komisi I DPR ini melanjutkan, ide yang perlu dikembangkan saat ini adalah politik kebangsaan. Di mana, semua pihak memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dan kinerja. "Bukan berdasarkan label-label yang primordial," tuturnya.(adi/vvc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Islam
 
Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Pembiayaan 'Etalase Dunia' Masjid Raya Bandung
 
Sejarah Kuil Rama di Ayodhya Dibangun Setelah Umat Hindu Merobohkan Masjid Berusia 500 Tahun
 
Forum Umat Islam Bersatu Laporkan Zulkifli Hasan ke Bareskrim Polri
 
Pembakaran Al Quran di Swedia, Legislator Ingatkan: Ini Bisa Melukai Hati Umat Islam Sedunia
 
LDII Sebut Muhammadiyah Kakak Tertua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]