Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Mahkamah Konstitusi
PHPU Kepala Daerah Maluku: Para Saksi Saling Ungkap Kecurangan Lawan
Friday 24 Jan 2014 19:07:04

Gedung Mahkamah Konstitusi.(Foto: BH/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang lanjutan dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Provinsi Maluku kembali digelar Mahkamah Konstitusi pada Kamis (23/1) siang, di Ruang Sidang Pleno MK. Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi Pihak Terkait dan Pemohon.

Masing-masing saksi dari kedua belah pihak mengemukakan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh lawannya. Saksi Pihak Terkait, Izaac Alexander Saimima mengungkapkan, dirinya menyaksikan langsung adanya upaya untuk mempengaruhi ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum Seram Bagian Barat (SBB) oleh Pasangan Calon Nomor Urut 3 Abdullah Vanath - Marthin Jonas (Pemohon).

Ketika itu, ujarnya, di kantor KPU SBB banyak terlihat pendukung Pasangan Calon Abdullah Vanath - Marthin Jonas. Tanpa pikir panjang ia pun langsung masuk ke ruangan ketua KPU SBB dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Saat itulah dia tahu bahwa ketua dan para komisioner KPU SBB sedang dipengaruhi dan ditawari uang untuk menggelembungkan suara Pasangan Calon Nomor Urut 3.

“Mereka berusaha lobi dengan saya untuk menaikkan suara sebanyak 5.000, dengan catatan akan diberikan uang 50 juta,” ungkap Izaac menirukan ucapan ketua KPU SBB kepadanya. Bahkan menurut penuturan ketua KPU SBB, kata Izaac, semua komisioner sudah menerima tawaran tersebut kecuali dirinya. Namun menurutnya, kejadian ini tidak dilaporkan kepada Panitia Pengawas (Panwas).

Sementara saksi Pemohon, Haris Fataruba, mengungkapkan bahwa terdapat kecurangan yang dilakukan oleh ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 3 Dusun Sehe. Menurut Haris, dirinya dipaksa untuk mencoblos lebih dari sekali untuk Pasangan Calon Nomor Urut 5 William B. Noya-Adam Latuconsina. “Saya diberi 30 surat suara,” ungkapnya.

Ditanya kenapa dia mau melakukan hal itu, Haris mengatakan, karena dirinya diancam oleh ketua KPPS itu. “Saya mau dipukul,” jelasnya kepada Panel Hakim Konstitusi yang dipimpin Ketua MK Hamdan Zoelva.

Setelah memeriksa saksi pada hari ini, selanjutnya MK masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli yang dihadirkan baik oleh Pemohon, Termohon, maupun Pihak Terkait. Sidang pemeriksaan lanjutan akan digelar pada Jum’at (24/1) siang, di Ruang Sidang MK.(ddi/mh/mk/bhc/rby)


 
Berita Terkait Mahkamah Konstitusi
 
• Massa Aksi KaPK Datangi PTUN Jakarta, Minta Anwar Usman Tidak Didzalimi
 
• MKMK Berhentikan Anwar Usman dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi
 
• Sekjen MK Kupas Tuntas Sengketa Kewenangan Lembaga Negara
 
• Paripurna DPR RI Setujui RUU MK Menjadi Undang-Undang
 
• Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]