Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
UU MD3
PDIP dan PKS Langgar UU MD3
Saturday 10 Sep 2011 23:49:07

Tingkat kepatuhan dan disiplin anggota DPR rendah. Rapat paripurna kerap banyak kursi kosong (Foto: Istimewa)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai dua parpol yang ada dalam DPR, yakni PDIP dan PKS melanggar Nomor 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) dan tata tertib DPR. Pasalnya, beberapa kader partai tersebut yang bermasalah, hingga kini belum dipecat sebagai anggota DPR.

Seharusnya, kedua partai tersebut segera melakukan pergantian antarwaktu (PAW) atas anggota yang terjerat kasus hukum itu. Anggota yang dimaksudkan tersebut, yakni Panda Nababan dan Dudhie Makmun Murod (PDIP) serta M Misbakhun dan Arifinto (PKS). “Jika tak melaksanakan PAW, kedua partai tersebut jelas melanggar UU MD3,” kata Koordinator Formappi Sebastian Salang di Jakarta, Sabtu (10/9).

Menurut Sebastian, partai politik seharusnya menunjukkan sikap tegas kepada kadernya yang bermasalah secara hukum, sehingga memberi teladan bagi masyarakat. Meski dinilai melanggar UU No 27 tahun 2009 tentang MPOR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), ia menyayangkan undang-undang tersebut tidak mengatur sanksi bagi partai yang tak menjalankannya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti merasa pesimistis PKS dan PDIP mau mengganti kader mereka. Pasalnya, tidak ada aturan yang secara tegas partai harus mengganti kadernya yang bermasalah di DPR.

Ray juga merasa jengah melihat perilaku partai yang terus melindungi kader mereka. Sudah menjadi rahasia umum, kalau partai berorientasi melindungi kadernya dari pada rakyat. "Semua tahu etika politik di negara ini, khususnya DPR yang telah lama mati. Jadi sulit berharap ada partai yang menjunjung etika politik," tegasnya.

Meski sejumlah politisinya bermasalah karena tersangkut kasus tindak pidana korupsi, kata dia, partai merasa berat untuk menarik kader mereka karena kontribusi mereka yang besar. "Mereka orang-orang yang berjasa kepada partai baik secara dukungan massa maupun keuangan. Tidak akan semudah itu mengantinya," tandas dia.(mic/rob)


 
Berita Terkait UU MD3
 
• Pelantikan PAW Dirut TVRI Dinilai Melanggar UU MD3
 
• DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU MD3
 
• Ketua DPR Hormati Keputusan MK Terhadap UU MD3
 
• UU MD3 Berlaku, Ketua DPR Jamin Tak Akan Kriminalisasi Pengkritik DPR
 
• Jokowi Mengundang 4 Pakar Hukum Minta Pendapat UU MD3 dan RKUHP
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]