Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
PDIP
PDIP Sudah Menyiapkan IT Cyber Media Online Menghitung Hasil Pemilu 2014
Tuesday 08 Apr 2014 00:49:48

Tampak suasanan di PDIP IT Cyber Media Online dalam menghadapi menghitung hasil pemilihan Pemilu.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - PDI Perjuangan merilis tim IT Cyber Media Online dalam menghadapi menghitung hasil pemilihan Legislatif 9 April mendatang. Tujuan pembentuk Tim IT ini bukan untuk menandinggi perhitungan KPU, namun untuk membandingkan jika nanti terdapat perbedaan hasil dan akan membawa CPU ke MK bila ditemukan kecurangan.

"Kami ingin hasil penghitungan suara bisa dipertanggung jawabkan. Bukan tandingan, KPU, Bahkan KPU juga sudah melihat kemari, kami sudah siap membandingkan. Kami ingin detail sisa kertas suara. Kami menyiapkan satgas kita untuk itu, kita ingin fair kalu terjadi kecurangan, kami sudah bisa membawa bukti-bukti kecurangan ke MK," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (7/4).

Menurut Tjahjo, dengan adanya sistim IT ini, pihaknya siap dan memiliki bahan data jika nanti hasil penghitungan suara berperkara di Mahkamah Konstitusi.

"Seluruhnya kita berbasis pada IT terintegrasi, kita jadikan bahan kalau berperkara di MK, jadi kalau ke MK, tidak perlu bawa truk, cukup kita bawa CPU data," ujarnya.

Bahkan, menurut TB Hasanudin Anggota DPR-RI PDIP mengklaim bahwa sistim IT ini lebih bagus daripada yang dimiliki Lemsaneg TNI. Dengan kesiapan ini, PDIP menyatakan siap mengikuti Pemilu, hingga jika kelak terjadi sengketa.

"Data dan tim kami punya lebih baik dari Lemsaneg," ujar T.B Hasanudin, yang mendapingi Tjahyo Kumolo saat mengajak awak media berkeliling menijnau media cyber PDI-P.(bhc/put)


 
Berita Terkait PDIP
 
Perbandingan oposisi era SBY vs Jokowi vs Prabowo, saat ini PDIP tegaskan sebagai partai penyeimbang
 
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
 
Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
 
Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]