Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
PDIP
PDIP Lawan Penurunan Spanduk Atut-Rano


Deklarasi Atut-Rano dalam Pilkada Banten (Foto: BeritaHUKUM.com/MRY)
TANGERANG –PDIP mengerahkan seluruh kadernya untuk menjaga spanduk dan baliho pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Banten, Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, yang tersebar di Kota Tangerang. Seruan itu diintruksikan Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ribka Tjiptaning di Tangerang, baru-baru ini.

Ribka memerintahkan kader PDIP untuk melawan siapapun, termasuk Satpol PP dan Panwaslu jika berani menurunkan spanduk dan baliho Atut-Rano. "Kepada semua kader, struktur, dan fungsionaris PDIP untuk mengamankan alat media Atut-Rano dan memerintahkan untuk melawan siapa saja yang berani merusak dan mencopotnya," tegas dia.

Diungkapkan, siapapun yang menginjak-injak dan menghina wibawa, kehormatan, dan harga diri partai PDIP dengan mencopot spanduk dan baliho Atut-Rano harus dilawan. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang misalnya. “Aparat pemerintah adalah pelayan seluruh masyarakat, harus mengayomi seluruh lapisan masyarakat. Jangan bersikap tebang pilih dan berpihak pada salah satu calon,” tegasnya.

Ke depannya, jika Pemkot Tangerang berani menurunkan dan mencopot atribut Atut-Rano, PDIP akan memperkarakannya. Karena sudah menodai kehormatan PDIP sebagai partai pengusung pasangan Atut-Rano.

Sebelumnya, pengurus PAC PDIP Batuceper, Kota Tangerang dan puluhan massa simpatisan Atut-Rano mendatangi kantor Kelurahan Batu Jaya. Mereka menuntut oknum aparat Kelurahan Batu Jaya ditindak tegas, karena telah menurunkan spanduk dan baliho Atut-Rano milik PDIP yang terpasang di depan kantor sekretariat PAC PDIP.

Aksi penurunan spanduk dan baliho Atut-Rano di depan sekretariat PAC PDIP dilakukan, pada awal pekan lalu. PDIP sudah memiliki bukti foto aksi penurunan spanduk dan baliho itu, lengkap dengan nopol polisi kendaraan sepeda motornya. PDIP mengklaim kehilangan 10 spanduk dan empat baliho dalam pekan lalu.

Kerahkan Kekuatan
Sementara Ketua PDIP Kota Tangerang Hendri Zein mengatakan, pihaknya telah sepakat untuk memenangkan suara Atut-Rano di Tangerang. Dengan mengerahkan semua kekuatan yang dimilikinya di arus bawah. Kemenangan Atut-Rano di Tangerang, mutlak dilakukan PDIP. "Sesuai garis intruksi partai, PDIP wajib memenangkan Atut-Rano di Pilgub Banten 2011," ujar dia.

Kendati Kota Tangerang merupakan basis massa bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Irna Nurulita, pihak PDIP merasa optimis bisa meraih kemenangan untuk Atut-Rano di Kota Tangerang.

Hal senada diungkapkan Ketua PDIP Kota Tangsel, Tb Bayu Murdani. Menurutnya, kemenangan Atut-Rano di Tangerang sudah menjadi komitmen PDIP sebagai partai pengusung pasangan itu. "Untuk Kota Tangerang dan Tangsel, kita yakin masih bisa menang," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD PDIP Banten James Tangka mengatakan, kemenangan Atut-Rano di Tangerang dapat menjadi tolak ukur pada Pemilihan Presiden 2014. "Untuk di Tangerang, kami yakin menang. Karena pasangan yang kami sudah cukup populer. Bahkan untuk wilayah Banten, kami juga optimis menang," jelasnya.(dbs/mry)


 
Berita Terkait PDIP
 
Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
 
Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
 
Ada yang Ingin Dongkel Megawati dari Kursi Ketua Umum saat Kongres 2025, PDIP: Sudah Ada Tanda-tanda
 
Megawati: Saya Bilang ke Anak Buah Gak Usah Takut, Kalau Ditangkap, Saya Datang
 
Hasto Tegaskan Jokowi dan Keluarga Tidak Lagi Bagian dari PDIP
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
Batal jadi ibu kota, CBA desak Kejagung usut proyek IKN yang habiskan anggaran Rp75,8 triliun
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]