Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Bersepeda
Orientasi Pengenalan Kampus, Mahasiswa Asing UGM Bersepeda
Wednesday 18 Feb 2015 18:46:13

Orientasi Pengenalan Kampus, Mahasiswa Asing UGM Bersepeda.(Foto: ugm.ac.id)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Sebanyak 120 mahasiswa asing Universitas Gadjah Mada mengikuti masa orientasi pengenalan kampus dengan bersepeda di sekeliling kampus, Rabu (18/2). Pengenalan layanan sepeda kampus ini dimaksudkan agar mahasiswa asing mengetahui fungsi layanan sepeda kampus dan beberapa lokasi stasiun sepeda sehingga nantinya bisa menunjang kegiatan perkuliahan. Mahasiswa asing yang mengikuti masa orientasi ini berasal dari berbagai negara diantaranya Australia, Jerman, Jepang, Korea, Republik Ceko, Brasil, Selandia Baru, Perancis, Belanda, Thailand, Norwegia, Pakistan dan Srilangka.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM, I Made Andi Arsana, Ph.D., mengatakan mahasiswa asing yang mengikuti masa orientasi ini, terdiri dari mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar, program kursus singkat, dan mahasiswa yang menempuh secara penuh pendidikan sarjana dan pascasarjana di UGM. “Selain bersepeda, mereka juga dikenalkan tentang nilai-nilai ke-UGM-an dan cara pengurusan keperluan administrasi di kantor urusan internasional,” katanya.

Dikatakan Andi, mahasiswa asing ini juga dikenalkan tentang adab, sopan santun dan tata krama yang berlaku di kalangan masyarakat Yogyakarta. Pengenalan tentang ini, kata Andi, mahasiswa mendapatkan langung dari pengalaman mahasiswa asing yang sudah lebih dulu tinggal di Yogyakarta.

Miriama Ditikau Ketedromo, mahasiswa asal Republik Fiji berbagi pengalamannya pada peserta orientasi mahasiswa internasional UGM ini. Miriama bercerita dirinya sudah 3 tahun tinggal di Yogyaarta yang kini tengah menempuh pendidikan master di prodi ekonomi pertanian, Fakultas Pertanian UGM. Bagi Miriama, kampus UGM adalah miniaturnya Indonesia karena terdapat mahasiswa dari berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Papua. “Mahasiswa UGM itu sangat banyak, apalagi lulusannya. Kalo kamu tahu, Pak Jokowi itu adalah adalah alumnus dari kampus ini,” kata Miriama menerangkan nama Presiden Ir. Jokowi Widodo yang alumni Fakultas Kehutanan tersebut.

Sebagai universitas terbesar di Indonesia, kata Miriama, UGM berada di Daearh Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah dengan biaya hidup paling rendah se-Indonesia sehingga membantu mengurangi beban keuangan mahasiswa . “Untuk kuliner, sewa rumah sampai wisata saya rasa termasuk paling murah,” katanya.
Seraya menyebutkan daerah destinasi wisata seperti pantai parangtritis, candi prambanan, candi birobudur dan Gunung Merapi, Wanita yang berumur 26 tahun mengatakan, setiap pendatang yang menetap dan tinggal di Yogyakarta harus terbiasa bersikap ramah pada orang.

Namun demikian, Miriama memberikan pesan khusus pada peserta apabila mereka hendak menyebrang jalan di zebra crosshendaklah memberi tanda dengan cara mengangkat tangan pada kendaraan yang akan lewat. “Tidak seperti di negara anda, di sini kendaraan tidak akan berhenti kalau tidak seperti itu,” pungkasnya.(UGM/GustiGrehenson/bhc/sya)


 
Berita Terkait Bersepeda
 
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Resmi Ketum PB ISSI Periode 2021-2025
 
Ketika Warga Jakarta Menikmati Kebahagiaan Bersepeda
 
Polrestro Jakarta Barat Diapresiasi Kementerian LHK atas Kecepatan Pengungkapan Kasus Begal Pesepeda
 
Kapten Komplotan Spesialis Begal Pesepeda di Jakarta dan Tangerang Selatan Tewas Didor Polisi
 
Kawanan Begal Pesepeda di Jakarta Kembali Dibekuk, Total Ada 22 Tersangka dan 3 Tewas Didor
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]