Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Game Online
Orang Tua Thailand Bisa Awasi Anak Main Game
Wednesday 30 Jul 2014 11:14:11

Sistem akan mengaitkan kamera CCTV toko game video dengan Google Maps.(Foto: Getty Images)
THAILAND, Berita HUKUM - Para orang tua Thailand memiliki sekutu baru dalam usaha mengawasi game yang anak mereka mainkan. Pemerintah negara itu berencana membuat jaringan internet pengawas pada tempat permainan atau game.

Sistem ini akan mengaitkan kamera CCTV toko game video dengan Google Maps, lapor Bangkok Post.
Orang tua dapat mengklik ikon pada sebuah situs internet resmi untuk melihat kegiatan di dalam toko di mana anak mereka bermain game.

Jaringan tersebut dibuat Departemen Promosi Kebudayaan Thailand yang bertugas memelihara dan mempromosikan kebudayaan Thailand.

Direktur jenderal badan tersebut, Chai Nakhonchai, mengatakan masyarakat harus membantu pemerintah dengan cara melaporkan toko permainan yang melanggar hukum, di samping mengawasi anak-anak mereka pada saat yang sama.

Agar dapat mengawasi semua anak, masing-masing dari mereka harus mendaftarkan kartu identitas 13 angka agar dapat menggunakan sebuah komputer di toko game.

Proyek percontohan telah dimulai di Bangkok, di mana terdapat lebih 6.000 tempat permainan, sebelum diterapkan di seluruh Thailand.(BBC/bhc/sya)


 
Berita Terkait Game Online
 
• Dari Bermain Game Menjadi Karier yang Mendatangkan Uang
 
• Orang Tua Thailand Bisa Awasi Anak Main Game
 
• Nvidia Tunda Kedatangan GeForce 700 Hingga 2014?
 
• Bunuh Bayi karena Candu Game Online
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]