Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Suriah
Oposisi Suriah: 200 orang Tewas Dalam Pembantaian
Tuesday 28 May 2013 18:21:23

Al Bayda ditinggalkan penduduknya setelah mengalami serangan pasukan pemerintah.(Foto: Ist)
SURIAH, Berita HUKUM - Para aktivis oposisi di Suriah mengatakan mereka mendokumentasikan kematian lebih 200 orang dalam salah satu kasus pembantaian terburuk perang saudara.

Di antara orang-orang yang dibantai terdapat anak-anak dan perempuan. Tuduhan ini terkait operasi militer pemerintah di dua kawasan, Banias dan Al Bayda.

Awal bulan ini pemerintah mengatakan pasukan membunuh para teroris di dua kawasan tersebut.

Namun rekaman video dan kesaksian para saksi mata tampak mendukung klaim bahwa kawasan Al Bayda dan Banias menjadi tempat salah satu pembantaian terburuk dalam konflik di Suriah sejauh ini.

Menurut media pemberintah, pasukan pemerintah membunuh 40 teroris tetapi para aktivis menegaskan serangan dilakukan secara membabi buta.

Pengalaman warga

Wartawan BBC Ian Pannell melaporkan ratusan kepala keluarga melarikan diri dari rumah mereka.

"Sebagian dari mereka memberikan kesaksian tentang pengalaman mereka," lapor Pannell.

"Terdapat jasad-jasad yang dipenggal dan dipotong di mana-mana. Rumah-rumah terbakar dan warga yang berada di dalamnya turut terbakar," kata seorang warga, Om Ahmed, 25.

"Ada satu keluarga dengan seluruh anggotanya tewas, dibantai di satu rumah," katanya.

Ian Pannell melaporkan muncul kekhawatiran bahwa apa yang disebut oposisi sebagai pembantaian ini merupakan bagian dari pola sektarian di Suriah yang mengancam tatanan sosial dan stabilitas kawasan.(bbc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Suriah
 
Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
 
Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
 
Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
 
Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]