Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Ombudsman
Ombudsman Sumbar Selidiki Eks RSBI
Saturday 01 Jun 2013 10:21:07

Logo Ombudsman.(Foto: Ist)
PADANG, Berita HUKUM - Tim Ombudsman Sumbar turun langsung ke SMPN 8, setelah mendapatkan informasi adanya pungutan di sekolah eks RSBI yaitu untuk biaya psikotes senilai Rp 150 ribu. Ombudsman menilai, kebijakan ini merupakan diskriminatif karena tidak bisa diakses oleh semua masyarakat Kota Padang.

”Ombudsman Sumbar temukan pungutan liar penerimaan siswa baru oleh mantan sekolah RSBI di Kota Padang. Sekolah itu yaitu SMP 1 dan SMP 8. Pungutan dilakukan terhadap orang tua yang mendaftar melalui jalur seleksi SMP Binaan Kota Padang,” ujar Kepala Ombudsman Sumbar Yunafri, Jumat (31/5).

Dalam kunjungan ke lapangan tersebut, terang Yunafri, orang tua yang mendaftarkan anaknya melalui jalur khusus ini dikenakan biaya Rp 150 ribu. Uang itu digunakan untuk biaya psikotes yang sudah disepakati pihak sekolah dengan konsultan psikologi.

”Tim Ombudsman Sumbar sudah turun langsung ke lapangan, Kepala SMP 8 Ahmad Nurben sudah mengakui bahwa memang ada penerimaan dari orang tua sebesar Rp 150 ribu yang digunakan untuk biaya psikotes,” jelasnya.

Yunafri menilai, penerimaan siswa melalui jalur SMP Binaan ini juga diskriminatif. Apalagi dilakukan dengan dua jalur, jalur seleksi sekolah binaan menampung 70 persen dari kuota penerimaan dan 30 persen lagi dari jalur penerimaan siswa baru (PSB) online.

Selanjutnya, terang Yunafri, program penyeleksian ini juga tidak tersosialisasi kemasyarakat luas. Kondisi ini tentu saja, siswa dari orang tuanya tidak mampu tidak bisa mengikuti proses selekasi sekolah ini. ”Ini diskriminatif karena tidak bisa diakses oleh semua masyarakat Kota Padang,” tegasnya, seperti dikutip posmetropadang.com.

Yunafri mengaku heran, adanya sekolah berlabel binaan Kota Padang. ”Sebab dengan label tersebut, apakah sekolah yang lain tidak binaan Kota Padang? Atau ada sekolah yang serius dibina dan ada sekolah tidak memerlukan perhatian serius untuk dibina, apalagi payung hukum program sekolah binaan juga tidak ada,” terang Yunafri.

Dalam menyikapi temuan di lapangan ini terang Yunafri, Ombudsman sudah melayangkan surat panggilan ke Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata. ”Kadisdik Padang kita minta menjelaskan terkait hal ini, Senin (3/6),” ungkap Yunafri.

Yunafri mengatakan, proses pengawasan dalam proses penerimaan siswa baru mesti lebih diperketat. Karena itu, jika ini terbukti berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 60 tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan bagi Sekolah Dasar dan Menengah Pertama, Kepala sekolah bisa dikenakan sanksi teguran tertulis, sanksi mutasi atau sanksi adminitrastif lainnya seseuai ketentuan Pegawai Negeri Sipil.(uki/pmp/bhc/opn)


 
Berita Terkait Ombudsman
 
Menguji Tugas dan Kewenangan Ombudsman
 
Sidak Satpas SIM di Depok, Ombudsman: Terkait Laporan Masyarakat
 
Raih Penghargaan Ombudsman, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota: Berkah dari Allah atas Kerja Keras Kami
 
Legislator Minta Ombudsman Pro Aktif Awasi Perilaku Penyelenggara Negara
 
Diduga Maladministrasi, Walikota Tangsel Airin Dilaporkan ke Ombudsman
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]