Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Donald Trump
Obama Minta Media Serius Beritakan Trump
2016-05-08 07:06:25

Presiden Barack Obama.(Foto: gettyimages)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Pasca pemilihan pendahuluan di Indiana, dua kandidat partai Republik mengungdurkan diri. Bakal calon presiden yang bisa diperjuangkan pun tinggal satu, yakni miliarder AS Donald Trump.

Trump seharusnya senang dengan kenyataan ini. Namun kubu internal GOP semakin terpecah belah. Senior-seniornya, seperti Bush sekeluarga, Mitt Romney dan John McCain menolak memajukan dia dalam konvensi Republik pada Juli mendatang.

Tidak hanya partai pengusungnya, pencalonan tunggal Trump pun mengundang perhatian besar kubu Demokrat yang masih bertahan dengan Hillary Clinton versus Bernie Sanders.

Presiden Barack Obama bahkan meminta media untuk mulai serius memberitakan pebisnis berambut pirang tersebut. Menurutnya, sebagaiwatchdog, pers AS memiliki peran penting dalam menggali semua keburukan Trump.

"Saya hanya ingin menekankan bahwa kita sudah sampai pada titik di mana kita harus serius dan melakukan pekerjaan yang sangat serius. Ini (pemilu presiden) bukan acara hiburan. Ini bukan ajang reality show. Ini adalah kontes politik penentuan Presiden Amerika Serikat," serunya kepada khalayak media yang menghadiri konferensi pers di Gedung Putih pada Jumat 6 Mei 2016, seperti dikutip dari Independent, Sabtu (7/5).

Presiden kulit hitam pertama di Negeri Paman Sam juga kembali meminta awak media untuk menganalisa, dan memuat ulang pernyataan-pernyataan Trump di masa lalu. Menilik apakah pendapat yang dilontarkannya dulu relevan dengan orasi-orasinya akhir-akhir ini.

Pada kesempatan yang sama, pria berdarah Kenya itu mengkritisi kebijakan luar negeri Trump sebagai ungkapan yang dapat memicu perang dan berpotensi merusak hubungan AS dengan negara-negara di dunia, serta mengganggu sistem keuangan negeri adidaya.

"Sangat penting bagi kita untuk menganggap serius semua ucapan dia (Trump) di masa lalu. Setiap kandidat wajib dituntut pandang-pandangannya dan diperiksa secara seksama. Termasuk soal keuangannya. Jika mereka menolak, maka hal itu harus diwartakan dan rakyat AS wajib mengetahuinya," tandas Obama.(Sil/okezone/bh/sya)



 
Berita Terkait Donald Trump
 
Donald Trump Bebas dalam Sidang Pemakzulan di Senat, Lalu Apa Kelanjutannya?
 
Hadapi Pemakzulan karena 'Menyalahgunakan Wewenang', Presiden Trump: 'Lakukan Sekarang'
 
16 negara bagian AS gugat Presiden Trump terkait Pembangunan Tembok Perbatasan
 
Donald Trump Mencatatkan Pembayaran terhadap Bintang Film Porno Stormy Daniels
 
Donald Trump Mengakui Bayar 'Uang Tutup Mulut' untuk Bintang Film Porno
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]