Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Obama Jatuhkan Sanksi terhadap Korea Utara
2016-02-19 22:11:17

Tampak Kim Jong-un dan Rudalnya. AS menjatuhkan sanksi setelah Korea Utara melakukan uji coba rudal.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Obama telah menandatangani perluasan sanksi baru terhadap Korea Utara, setelah negara itu melancarkan tes rudal awal bulan ini.

Korea Utara menolak untuk menghentikan program nuklirnya dan oleh karena itu rancangan undang-undang dengan mudah disahkan oleh Kongres.

Sanksi tersebut memotong uang yang dibutuhkan Korea Utara untuk mengembangkan hulu ledak nuklir miniatur dan rudal jarak jauh.

RUU ini juga memungkinkan penggelontoran $50 miliar untuk mendukung program kemanusiaan dan mengirimkan siaran radio ke Korea Utara.

Korea Utara baru-baru ini menembakkan roket jarak jauh, yang disebut analis sebagai tes teknologi rudal yang dilarang.

Tampil kuat

Saluran TV negara tersebut mengumumkan bahwa Korea Utara telah "berhasil menempatkan satelit di orbit".

Sementara itu, AS dan Cina sedang bernegosiasi atas resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai sanksi baru.

Cina mengatakan beberapa tindakan bisa melumpuhkan perekonomian Korea Utara.
Dan Korea Selatan menjelaskan akan mulai membahas dengan AS penyebaran sistem pertahanan rudal.

Para pengamat mengatakan Kim Jong-un berusaha untuk tampil kuat sebelum Kongres Ketujuh Partai penting pada bulan Mei.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Korea Utara
 
Korea Utara Biayai Program Rudal Nuklir Triliunan Rupiah dari Pencurian Kripto
 
Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, 'Apa maunya Kim Jong-un?'
 
Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
 
Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
 
Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]