Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Suriah
OKI Sarankan PBB Kirim Pasukan ke Suriah
Monday 14 Sep 2015 09:40:36

Arus pengungsi, sebagian besar dari Suriah yang dilanda perang, tak terbendung masuk ke Eropa.(Foto: Istimewa)
JEDDAH, Berita HUKUM - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Suriah sebagai langkah mendesak. Dikatakan oleh OKI, pasukan dapat membantu menstabilkan Suriah sehingga bisa mengurangi arus pengungsi.

Dalam pertemuan darurat di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (13/9), organisasi beranggotakan 57 negara itu menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk membentuk "operasi penjaga perdamaian multidimensi PBB di Suriah untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di negara itu".

OKI, dalam pernyataan bersama, menandaskan semua negara Islam seharusnya menerima pengungsi Suriah sebagai bentuk kasih sayang Islam.

Namun diakui OKI, lebih dari 50% anggotanya belum meneken Konvensi PBB tentang pengungsi.

Seruan OKI dikeluarkan pada hari yang sama ketika Jerman, Austria dan Republik Ceko memperketat pengawasan perbatasan menyusul banjirnya pengungsi dan pendatang di Eropa.

Jerman memperkirakan 800.000 orang akan mencari perlindungan dan penghidupan di negara itu tahun ini.

Eropa bagian barat sedang dilanda gelombang pengungsi dan imigran, sebagian besar dari Suriah tetapi ada pula yang berasal dari Afghanistan, Eritrea dan negara-negara lain untuk melarikan dari peperangan dan kemiskinan.

Sementara, Jerman, Austria dan Republik Ceko memperketat pengawasan perbatasan menyusul banjirnya pengungsi dan pendatang di kota Muenchen serta kota-kota lain. Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere mengatakan pengawasan di perbatasan wilayah Jerman dengan Austria diterapkan sementara untuk mengatasi membanjirnya pengungsi dan imigran.

"Tujuan langkah ini adalah untuk membatasi gelombang masuknya orang ke Jerman saat ini dan untuk memulihkan prosedur yang tertib ketika orang masuk ke Jerman," kata Thomas de Maiziere dalam jumpa pers di Berlin, Minggu malam (13/9).

Ditambahkan pula, pengungsi "tidak bisa memilih" negara tujuan dan menyerukan agar negara-negara lain anggota Uni Eropa berbuat lebih banyak.

Kebijakan ditempuh setelah lebih dari 13.000 imigran dan pengungsi masuk ke Muenchen saja pada Sabtu (12/9). Selain itu, terdapat sekitar 1.400 orang yang tiba hari Minggu (13/9). Jumlah tersebut belum termasuk mereka yang tiba pekan-pekan sebelumnya.

Langkah Jerman bertentangan dengan zona Schengen, yang memungkinkan pergerakan bebas antarbanyak negara Eropa. Namun kesepakatan itu memang memungkinkan pembatalan sementara.

Sementara itu, pihak berwenang yang menangani layanan kereta Austria mengumumkan kereta dengan tujuan Jerman dan sebaliknya dibatalkan selama 12 jam sampai Senin pagi (14/9).

Republik Ceko, yang selama ini dijadikan rute alternatif menuju Jerman, telah menyatakan akan meningkatkan pengawasan di perbatasannya dengan Austria.

Menurut Menteri Dalam Negeri Milan Chovanecsaid, langkah-langkah lain bisa saja diberlakukan tergantung pada jumlah pengungsi yang hendak masuk ke Republik Ceko.

Eropa bagian barat sedang dilanda gelombang pengungsi dan imigran, sebagian besar dari Suriah tetapi ada pula yang berasal dari Afghanistan, Eritrea dan negara-negara lain untuk melarikan dari peperangan dan kemiskinan.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Suriah
 
Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
 
Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
 
Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
 
Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]