Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai PAN
Nyapres, Hatta Rajasa Jual Reformasi Gelombang Dua
Tuesday 28 May 2013 00:00:59

Hatta Rajasa di DPP PAN, Jakarta, Senin (27/5) malam.(Foto: BeritaHUKUM.com/riz)
JAKARTA, Berita HUKUM - Maju sebagai calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden 2014, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa menjual Reformasi Gelombang II.

Dimana, Hatta menyerukan reformasi di bidang ekonomi. Agar terciptanya kesejateraan.

"Karena demokrasi politik sekarang menjadi liberal. Yang justru membuat oligarki pemilik modal. Oligarki ini justru berbalik menyerang demokrasi, Oligarki menginvasi demokrasi," katanya saat diskusi yang bertema "Dari Reformasi Politik ke Reformasi Ekonomi" yang digelar di DPP PAN, Jakarta, Senin (27/5) malam.

Lebih lanjut, Hatta yang saat ini menjabat, Menko Perekonomian mengatakan, akibat adanya oligarki terjadilah akumulasi modal pada sebagian kecil kelompok masyarakat di Indonesia. Kelompok kelas atas ini ekselerasi penambahan modalnya berjalan sangat cepat ketimbang mayoritas rakyat Indonesia lainnya.

Sehingga, dirinya mengklaim ingin keadaan seperti itu berubah karena justru membuat kesenjangan pendapatan di Indonesia makin lebar. Rasio di Indonesia sekarang mencapai 0,41 persen.

"Karena itu gerakan Reformasi Pembangunan II harus berjalan. Dan gerakan ini, bisa diartikan sebagai reformasi ekonomi yang menyejahterakan," ungkapnya.

Secara khusus, Hatta menyebut reformasi pembangunan harus terfokus pada reformasi agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Berikutnya baru politik kesejahteraan, budaya kesejahteraan, dan ketahanan kesejahteraan.

Sekedar informasi, pada bulan September survei Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 29,13 juta orang.

Yang terdiri, 15,833 juta berada di Jawa. Dimana, 7,119 juta berada di kota, sementara 8,703 berada di desa.

Sementara, Sumatra memiliki jumlah penduduk miskin 6,177 juta jiwa. Sedangkan, tugas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian adalah, koordinasi dan sinkronisasi penyiapan dan penyusunan kebijakan serta pelaksanaannya di bidang perekonomian.(bhc/riz)


 
Berita Terkait Partai PAN
 
Ketimpangan Lahan Harus Dijawab Pemerintah
 
Amanat Merah Putih Galang Aksi Tanda Tangan Darat dan Udara di 34 Provinsi
 
Rakernas PAN Satu Visi Kebangsaan dengan Gerindra
 
Bertemu Presiden SBY, Hatta Rajasa Ijin Pengunduran Diri
 
Niat Membangun Desa Yusuf Wibisono Caleg PAN DPR RI Nomer 1 Dapil Jateng V
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]