Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Capres
Nelayan Kibarkan Bendera Gambar Firli Bahuri Calon Presiden
2022-10-21 07:12:56

JAKARTA, Berita HUKUM - Ragam cara ditunjukkan masyarakat dalam menyuarakan dukungan terhadap tokoh yang dianggap pantas berlaga pada Pilpres 2024.

Di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sekelompok nelayan mengibarkan bendera di atas perahu bergambar Ketua KPK Firli Bahuri. Di bawah bendera itu tampak beberapa orang membentang spanduk bertuliskan "Capres Antikorupsi".

Koordinator nelayan Andi Ibrahim mengatakan, aksi tersebut sengaja dilakukan pihaknya karena mendambakan capres antikorupsi.

"Kami nilai Pak Firli orangnya, sudah terbukti tangkap koruptor di wilayah kami," kata Andi, di kawasan pantai Kecamatan Tinangkung, Kamis (20/10).

Andi tak menyebut siapa koruptor yang dimaksud. Namun diketahui, pada Desember 2020 silam, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Sulawesi Tengah, tepatnya di Banggai Laut. Mantan Bupati Wenny Bukamo ikut terjaring dalam operasi tersebut.

Dalam persidangan, Wenny kemudian dinyatakan terbukti menerima suap terkait dengan pengadaan barang atau jasa, sehingga divonis 4,5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Sampai sekarang tak henti tangkap koruptor, sudah banyak hasil tangkapan beliau dari teri sampai kakap, cuma koruptor tidak habis-habis," ungkapnya.

Anggota Nelayan Tola menambahkan, saat ini masyarakat bawah sudah semakin sadar akan betapa bahayanya korupsi. Kesadaran itu seiring dengan kian masifnya pengungkapan kasus-kasus korupsi di mana masyarakat seperti dirinya kerapkali dijadikan korban.

"Kami jadi paham uang buat rakyat ramai-ramai dimaling, bantuan tidak sampai, jalan dibangun asal-asalan, kita semua yang rugi," tandas Tola.

Tak ingin terus menerus dirugikan koruptor, ia bersama nelayan lainnya tergerak untuk mendorong Firli Bahuri agar maju Pilpres. Ia meyakini pengalaman Firli dalam memimpin KPK membuatnya mampu membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.

"Ini harapan para nelayan ke Pak Firli," tuturnya.(rls/bh/amp)


 
Berita Terkait Capres
 
• Masyarakat yang Inginkan Perubahan Diajak Dukung Gerakan Sejuta Banner AMIN! Donasi Sekarang Rp10 Ribu
 
• Refly Harun Temukan Misteri Suara Perempuan Bilang 'Udah' Saat Gibran Berhadapan dengan Mahfud MD
 
• Jusuf Kalla Blak-blakan Mengapa Akhrinya Mendukung Anies
 
• Temui JK Usai Debat, Anies-Muhaimin Sampaikan Terima Kasih
 
• SETARA Institute Prihatin Hasil Lembaga Survei terkait Elektabilitas Capres-Cawapres Makin Tidak Masuk Akal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]