Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Aceh
Nek Hamid Keluarga Jompo Tanpa Perhatian Pemerintah
Thursday 04 Sep 2014 16:05:37

Abdul Hamid (90) terbaring kaku didampingi istri tercinta Khatijah (75) di gubuk reot, di Lorong Samudra desa (gampong) kapa kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh.(Foto: BH/kar)
ACEH, Berita HUKUM - Sangat memilukan daerah yang bergelimang bantuan baik dari pemerintah pusat maupun Aceh itu sendiri dari berbagai sumber dana, namun dijumpai masih saja ada warga sangat miskin (Duhafa) di Kota Langsa yang tidak tersentuh bantuan.

Ini di alami pasangan Abdul Hamid (90) dan Khatijah (75) warga Lorong Samudra Desa (Gampoeng) Kapa kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh. Keluarga ini tinggal bersama Julia (15) di Gubuk reot, saat ini nek Hamid sudah tiga tahun tidak bisa bangun akibat penyakit Strock yang di alaminya, begitu juga dengan nek Khatijah yang sudah mulai sakit-sakitan.

Pada awak media ini Nek Jah menuturkan, "Kami tidak pernah mendapat bantuan apapun kecuali beras murah (Bulok) itupun 3 bulan sekali sebanyak 20 Kg yang lainnya tidak pernah, kami tinggal dengan julia (cucu) orang tuanya sudah lama meninggal, rumah saya sudah tidah bisa di tempati lagi karena atapnya sudah bolong, ini rumah anak saya, ini pun sudah mulai bocor kalau hujan kami basah," imbuh Nek Jah.

"Bukan hanya itu kalau air pasang rumah kami selalu di genangi air sampai sebatas lutut, saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah," pinta Nek Mah.

Sementara, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) sangat menyayangkan di negeri yang makmur dengan berbagai macam bantuan tapi masih ada masyarakat miskin yang tinggal di Gubuk tidak layak huni tanpa perhatian dari pemerintah, hal tersebut di sampaikan oleh kepala perwakilan YARA Kota Langsa M Abubakar.

Abubakar mengecam keras tindakan aparat Gampoeng (Desa) Kapa yang mengurangi jatah Beras Miskin (Raskin) bagi keluarga miskin seperti Nek Hamid, menurutnya lagi seharusnya jatah Raskin untuk Nek Hamid itu 45 Kg bukan 20 Kg karena untuk 3 bulan, hidup keluarga juga sangat memprihatinkan, dimana hati nurani pemerintah, mana janji pemerintahan Zikir yang saat kampanye dulu berjaji akan memberikan uang Rp I Juta per kepala keluarga," sebutnya.(bhc/kar)


 
Berita Terkait Aceh
 
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
 
• Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
 
• Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
 
• Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
 
• Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]