Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Wisma Atlet
Nazaruddin Ungkap Peran Anas, Angie dan Mirwan
Thursday 22 Dec 2011 18:24:47

Muhammad Nazaruddin (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa terdakwa perkara suap proyek wisma atlet SEA Games XXVI/2011, Muhammad Nazaruddin. Pemeriksaan terhadapnya sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek pembangunan komplek oleh raga terpadu Hambalang, Bogor, Jawa Barat bernilai Rp 1,52 triliun.

Nazaruddin menyatakan bahwa dirinya telah menceritakan semua di hadapan penyidik KPK soal proyek Hambalang itu. Bahkan, dirinya juga mengungkap dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Gedung Pajak, Pengadaan Proyek Listrik (PL) di Kalimantan Timur dan proyek e-KTP di Riau.

“Saya sudah ceritakan semua tentang proyek Hambalang, dari mana Mas Anas itu mulai mengatur proyek Hambalang. Dimana peran Angelina Sondakh, dimana perannya Mirwan Amir, semua sudah saya jelaskan secara detail,” kata Nazaruddin kepada wartawan, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, kamis (21/12).

Dijelaskan, tim penyidik bertanya dengan mengrahkan dugaan keterlibatanya serta pihak lain dalam proyek tersebut. Dia juga sudah menceritakan semua aliran dana yang diterima sejumlah pihak dalam poryek-proyek tersebut. Dirinya tidak mau lagi menutupi kasus-kasus korupsi itu, agar KPK segera mengungkap serta menangkap orang-orang yang terlibat di dalamnya.

“Ada beberapa poin juga ditanyakan lagi, seperti proyek pembangunan Gedung Pajak, itu yang menang kan PT Adhi Karya, yang nyetting Mahfud Suroso. Sama dengan yang proyek Hambalang. Juga tentang proyek listrik yang di Kaltim yang menang PT Adhi Karya juga. Juga pembangunan listrik (PLN) yang di Riau, yang menang PT Rekin (Rekayasa Industri). Semua sudah saya jelaskan. Juga tentang keterlibatan Andi Saptinus di proyek e-KTP," imbuh mantan bendahara umum Demokrat itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK telah meningkatkan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang ini ke tahap penyelidikan. Dalam pengembangan kasus tersebut, KPK telah meminta keterangan mantan Mindo Rosalina Manullang. Namun, Rosa enggan membeberkannya kepada publik.

Kasus Hambalang ini diungkap Nazaruddin kepada media, terkait pendanaan pemenangan Anas Urbaningrum untuk memenangkan kursi ketua umum dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung yang dilangsunkan pada 2010 lalu. Anas sendiri menyangkal terlibat kasus tersebut.(dbs/spr)


 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
• Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
• Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
• Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
• Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
• KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]