Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Anas Urbaningrum
Nazaruddin Datangi Cikeas Disuruh Anas Urbaningrum
Thursday 01 Dec 2011 23:14:34

Nazaruddin saat tiba di Indonesia, setelah tertangkap di Cartagena, Kolombia pada awal Agustus lalu (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Partai Demokrat gerah juga dengan tudingan Muhammad Nazaruddin. Hal ini terkait dengan pertemuannya dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum pergi ke Singapura dengan alasan berobat.

Sekertaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin mengakui adanya pertemua itu. "Sebelumnya, Ketua Umum meminta SBY untuk bertemu dengan saudara Nazar, tapi dengan satu syarat, yakni SBY harus ditemani juga dengan seluruh anggota Dewan Kehormatan," kata Amir dalam jumpa pers di Sekretariat DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (1/12) malam.

Menurut Amir, kehadiran Nazaruddin ke Cikeas itu, tidak hanya ditemui oleh SBY, tapi seluruh anggota Dewan Kehormatan. "Kami diberi tugas untuk memeriksa Nazar sekaligus memberitahu saudara Nazar untuk mengundurkan diri. Jadi bukan dia yang meminta pengunduran diri," jelasnya.

Sementara anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik membantah bahwa Nazaruddin meminta izin terlebih dahulu sebelum pergi ke Singapura. "Pemberitaan Nazar bertemu (SBY) di, seolah-olah membuat anggapan bahwa Nazar minta izin dahulu sebelum kabur. Itu tidak benar," kata Wacik.

Diungkapkan, drinya mengetahui hal ini, karena saat itu memang ikut hadir di Cikeas sebagai anggota Dewan Pembina mendampingi SBY yang bertemu dengan Nazaruddin untuk meminta Nazar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bendahara Umum. "Kami anggap Nazar sangat berbahaya dan kami sepakat menghentikan dia sebagai Bendahara Umum. Itu yang sebenarnya,” imbuhnya.

Sedangkan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat lainnya, EE Mangindaan menjelaskan soal alasan desakan kepada Nazaruddin untuk mundur dari jabatan itu. “Kamis mendesak dia mundur, agar bisa konsentrasi dengan masalah hukumnya itu," papar Mangindaan.

Tapi Nazaruddin, imbuh dia, malah tetap ngotot untuk tetap bertahan di jabatannya sebelum diadakan rapat dengan Dewan Kehormatan di Cikeas. "Sampai di Cikeas pun Nazaruddin tetap bersikeras untuk bertahan di jabatannya dan akhirnya kami putuskan agar beliau harus mundur dari jabatannya," tandasnya.(tnc/rob)


 
Berita Terkait Anas Urbaningrum
 
Anas Urbaningrum: Calon Saksi yang Layak di Periksa KPK Malah Dihindari
 
Anas Sowan ke Ibu dan Mertua Cari Jimat Hidup
 
Bentuk Ormas PI, Anas Berpidato Ala Vicky Prasetiyo
 
Anas Gelar "KLB" Tandingan di Bali
 
KPK Tantang Anas Urbaningrum di Pengadilan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]