Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Hambalang
Nazaruddin: Olly Dondokambey Luar Biasa Banyak yang BackUp
Friday 27 Sep 2013 20:39:45

M. Nazaruddin saat selesai di periksa KPK.(Foto: BeritaHUKUM.com/put
JAKARTA, Berita HUKUM -Terpidana kasus Wisma Atlet M. Nazaruddin selepas menjalani pemeriksaan secara marathon di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 4 hari, sejak Senin (23/9) yang dipinjam dari Rutan Sukamiskin, Bandung Jawa Barat, dia diperiksa untuk tersangka Anas Urbaningrum mantan bosnya di Partai Demokrat.

Selepas diperiksa, M. Nazaruddin mengatakan kepada wartawan, bahwa dirinya diperiksa terkait dengan tersangka Anas Urbaningrum, pada kasus proyek Hambalang. Nazar diperiksa status sebagai Saksi.

Siapa saja yang terlibat dalam kasus korupsi Proyek Hambalang?

"Itu yang terlibat diproyek Hambalang Anggota DPR' Olly Dodonkambey, Nirwan Amir, dan Angelina Sondakh," ujar Nazaruddin, Jum'at (27/9).

Dimana saja transaksi keuangan Hambalang?

"Diperiksa saja, yang untuk kebutuhan kongres Mas Anas," jawab Nazaruddin tegas.

Selain kasus Hambalang, dalam kasus apa lagi?

"Ada proyek E-KTP," jawab Nazaruddin kembali.

Siapa saja yang terlibat di dalam proyek E-KTP?

Dengan nada lebih tinggi, Nazaruddin kembali menjawab, "Itu Mendagri kalau ngomong yang benar, jangan dia bilang, pimpinan banggar' Ali Ashar. dia (Mendagri) telah melakukan pembohongan publik," tukas Nazaruddin.

Kalau untuk Olly Dondokambey sendiri, gimana bang peranya?

"Olly banyak yang back up, ada kekuasaan yang luar biasa besar untuk mengamankan Olly, karena Olly itu, telah banyak anggaran yang ia peroleh di DPR, ada lebih dari 1,5 milyar sampai 20 miliar," pungkas Nazaruddin sambil berlalu memasuki mobil tahanan, yang telah menantinya.(bhc/put)


 
Berita Terkait Kasus Hambalang
 
Setelah Kopi Darat Bertiga, Mahfud MD Berjanji Melakukan Advokasi untuk Yulianis
 
Anas Urbaningrum: Saya Ingin Diadili Bukan Dihakimi, Apalagi Dijaksai
 
Dituntut 15 Tahun dan Denda 500 Juta, Anas Merasa Tidak Adil
 
KPK Tahan Tersangka Mahfud Suroso Terkait Kasus Hambalang
 
Bendum PDIP Olly Dondokambey Diperiksa KPK Lagi Soal Hambalang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]