Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Budaya
Nadiem Makarim Harus Belajar Kembali Tentang Kebudayaan
2019-12-12 06:08:11

Pontjo Sutowo.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pendidikan merupakan produk dari kebudayaan. Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diharapkan tak hanya fokus pada pendidikan dan mengenyampingkan kebudayaan.

Hal itu disampaikan pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bhakti (YSNB), Pontjo Sutowo mengacu pada kebijakan Mendikbud, Nadiem Makarim yang menghapus ujian nasional (UN).

"Kalau kita melihat Kemendikbud, seolah-olah budaya itu bagian dari pendidikan. Tapi menurut saya pendidikan itu adalah bagian dari kebudayaan, karena pendidikan menghasilkan kebudayaan yang kita harapkan," kata Pontjo di Apartemen Sultan, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).

Ia memahami orientasi mantan bos Gojek yang kini masuk kabinet Jokowi-Maruf itu terhadap pemajuan teknologi di sektor pendidikan. Namun, hal itu mesti dibarengi dengan kebijakan yang mengarah pada penguatan nasionalisme.

"Saya kira kalau melihat kebijakan Nadiem akan mengejar kompetensi yang berkaitan dengan teknologi. Jadi teknologi penting, tapi tidak cukup itu saja. Basic-nya adalam membela negara (nasionalisme dan kebangsaan)," tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua FKPPI ini menaruh harapan besar kepada Mendikbud agar dalam menentukan kebijakan bersandar pada nilai-nilai kebudayaan itu sendiri. Tentunya dengan tidak menghilangkan substansi dari pendidikan.

"Jadi pesan saya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tolong pelajari budaya karena itu menjadi faktor yang penting. Menteri harus lebih banyak mempelajari kebudayaaan," tutupnya.(dt/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Budaya
 
Kenduri dan Kirab Agung Nusantara Jelang HUT RI Ke 77, Boki Ratu Nita: Budaya Menjadi Induk Segala Produk Hukum
 
Nadiem Makarim Harus Belajar Kembali Tentang Kebudayaan
 
Yang Diharapkan Dari Platform Indonesiana
 
MUI Dukung Penuh Tradisi Merlawu untuk Dakwah Islam
 
Revitalisasi TIM, Anies Berharap dapat Membentuk Ekosistem Kebudayaan Berkelas Dunia
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]