Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Pertamina
Mundurnya Karen Agustiawan Dipertanyakan
Tuesday 19 Aug 2014 20:14:03

Ilustrasi. Karen Agustiawan mengundurkan diri dari Dirut PT Pertamina (Persero).(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Banyak pihak mempertanyakan pengunduran diri Galaila Karen Agustiawan sebagai Direktur Utama PT. Pertamina. Tak terkecuali para anggota Komisi VI DPR RI yang menjadi mitra kerjanya. Pengunduran diri Karen, memang, mengundang tanda tanya besar.

Hendrawan Supratikno Anggota Komisi VI DPR yang dimintai komentarnya sesaat sebelum Rapat Paripurna DPR, Selasa (19/8), justru bertanya balik, “Saya juga ingin bertanya, ada apa dibalik pengunduran dirinya itu,” kata Hendrawan. Jabatan yang sangat strategis dan penting seperti Dirut Pertamina sudah disadari betul oleh Karen. Dia pasti akan banyak mengalami tekanan politik dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan Pertamina.

Hendrawan menyatakan, kelak Komisi VI juga berkepentingan untuk bertanya langsung kepada Karen. “Kalau alasannya mau ngajar di Amerika, emang Karen dosen? Saya yang sudah 28 tahun jadi dosen saja, birahi mengajarnya bisa dikendalikan, kok. Apalagi Karen yang tidak pernah mengajar. Ini mengundang pertanyaan,” imbuh politisi PDI Perjuangan.

Lebih lanjut Hendrawan mengungkapkan, kemungkinan mundurnya Karen lantaran dia marah kepada pemerintah. Usulan kenaikan elpijinya tidak disetujui dan persoalan PLN tak pernah tuntas. “Atau ada faktor lain, karena namanya disebut-sebut dalam kasus di KPK, sehingga dia ingin ke Amerika untuk menenangkan diri,’ ungkap Hendrawan.

Seperti diketahui, Karen telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Kabarnya ia sudah 3 kali mengajukan pengunduran diri sebelumnya dan selalu ditolak Menteri BUMN. Akhirnya, pada 13 Agustus lalu, surat pengunduran dirinya yang diajukan kepada Dahlan Iskan mengakhiri langkahnya di Pertamina. Per tanggal 1 Oktober 2014, dia resmi tak menjabat Dirut Pertamina lagi. Selanjutnya, Karen akan mengajar di Harvard University.(mh/dpr/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pertamina
 
• Kasus Korupsi Pertamina, Legislator Desak Audit Total BUMN Migas
 
• Kejagung Bantah Pertamina: Pertamax Dioplos Pertalite, Dijual Seharga Pertamax
 
• Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan
 
• Terkait Tuduhan SPBU Semper Layani Pertalite Pakai Jerigen, Ketum FWJ Indonesia: Jangan Asal Tuduh
 
• Pemerintah Jangan Simpang Siur Sikapi Penanganan Pasca Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]