Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pencemaran Nama Baik
Moeldoko Akan Polisikan Haidar Alwi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
2020-02-16 21:22:02

Ilustrasi. PT ASABRI adalah sebuah perusahaan BUMN bergerak dibidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kemenhan RI dan POLRI. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kuasa hukum Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Sirra Prayuna membenarkan jika akan melaporkan penanggung jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi ke pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik.

Menurut Sirra, Haidar Alwi telah menggiring opini publik soal kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dan menuduh orang nomor satu di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ini bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.

"Iya benar. Ini tuduhan serius. Klien kami tak segan membawa hal ini ke ranah hukum jika Haidar Alwi tak mencabut dan meminta maaf," katanya, di Jakarta, Minggu (16/2).

Awalnya, beredar sebuah tajuk opini dalam sebuah situs berita 'Moeldoko & Menantu Petinggi Negara Dalam Mega Skandal Asabri'.

Sirra, mengatakan, tudingan dalam tulisan Haidar kepada Moeldoko tak berdasar sama sekali. Baginya, opini yang dibuat Haidar Alwi ilusi belaka.

Pengacara senior ini menilai, Haidar Alwi dengan sengaja telah mencemarkan nama baik serta menghancurkan martabat dan kehormatan Moeldoko.

Moeldoko, lanjut Sirra, juga mengultimatum Haidar Alwi untuk segera mengklarifikasi opininya dan meminta maaf dalam tenggang waktu 7x24 jam dan dimuat di lima media cetak nasional.

Jika tidak, sambung Sirra, pihaknya tidak akan segan melaporkan perbuatan tersebut ke pihak kepolisian.

"Kami tunggu itikad baik saudara Haidar. Jika tidak, kami akan melaporkan tuduhan serius ini ke polisi," kata Sirra.

Ketika disinggung kapan akan akan melaporkan Haidar ke pihak kepolisian, Sirra tidak menyebut pasti waktunya. Dirinya sedang menunggu waktu yang tepat.

"Tunggu saja tanggal mainnya," tandasnya.(akr/bh/amp)


 
Berita Terkait Pencemaran Nama Baik
 
Diduga Lalai, Pengusaha Muda Laporkan sebuah Bank Pemerintah ke Polisi
 
Kasus Denny Siregar, Kapolda Jabar: Saya Baru Dengar dari Wartawan
 
Ustadz Maheer Ditangkap, Tengku Zulkarnain Tanya Soal Penghina Habib Rizieq
 
Hina Marga Silaban, Pemilik Akun Facebook Tiger Wong Dipolisikan
 
Antara George Floyd dan Said Didu
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]