Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
E-Commerce
Miris, Transaksi E-Commerce Belum di Atur dalam UU KUP
Monday 10 Aug 2015 22:28:13

Tampak Senator DPD RI Dewi Sartika Hemeto,SE pada diskusi publik “Urgensi Revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP)' baru-baru ini di Kantor Daerah DPD RI Provinsi Gorontalo.(Foto: BH/shs)
GORONTALO, Berita HUKUM - Dalam UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) saat ini ternyata belum diatur soal E-Commerce atau biasanya penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem eletronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.

"Hal ini yang menjadi urgensinya revisi UU KUP, misalnya untuk perusahaan dot.com yang didirikan di luar negeri, mereka tidak dapat dikenakan pajak di Indonesia, walau target konsumennya adalah masyarakat Indonesia," terang Senator DPD RI Dewi Sartika Hemeto, SE pada diskusi publik “Urgensi Revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) baru-baru ini di Kantor Daerah DPD RI Provinsi Gorontalo, Senin (10/8).

Anggota Komite IV menuturkan, Facebook dan twitter misalnya, setiap tahunnya ada sekitar $1,2 Miliar dollar atau setara dengan 15 Triliun Rupiah diperoleh berbagai layanan internet asing di Indonesia, dengan diantaranya yang terbesar $500 Juta Dollar diraih Facebook, dan $120 Juta Dollar diraih oleh twitter. Dengandemikian, berarti sekitar 50% pendapatan Facebook di Asia dikeruk dari Indonesia.

"Miris memang tapi itulah kenyataannya saat ini, saya pun mengelola page manager saya DewiSartikaHemeto,SE untuk senantiasa berkomunikasi dengan konstituen di Gorontalo lewat jejaring social Facebook, harus diapakan lagi, kita belum punya regulasinya”, ujar Dewi.

Menurut Dewi, itu baru sebagian kecil yang harus dibenahi, belum lagi persoalan maksimalisasi penerimaan Negara dari sektor pajak. Dalam postur APBN Indonesia, 80% pemasukan Negara berasal dari sektor pajak. Akan tetapi, dikuartal I pemerintahan Jokowi-JK, penyerapan pajak melenceng 5,4% dari target sebelumnya 19%. Hal ini tidak terlepas dari tidak maksimalnya kinerja penyelenggara pajak, serta minimnya angka voluntary compliance wajib pajak itu sendiri.

“Kemarin kami Timja Perumusan RUU KUP telah melakukan uji sahih bersama para pakar perpajakan di Makassar dan Medan, namun apa salahnya bilasaya pun harus menyerap masukan dari dapil Saya Gorontalo”, ujarDewi.

Diskus tersebut menghadirkan berbagai elemen masyarakat, para akademisi di bidang sosial dan ekonomi, para praktisi, penyelenggara pajak, hingga LSM dan Mahasiswa. Mengundang pakar e konomi, Dr. Amir Archam, serta peneliti bidang social kemasyarakatan, Thoriq Modanggu, M.Pdi, Kegiatan tersebut membahas poin-poin penting terkait dengan urgensi pelaksanaan revisi terhadap Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan.(bh/shs)


 
Berita Terkait E-Commerce
 
• Sektor e-Commerce Paling Strategis dan Tumbuh Pesat
 
• Ignition Gerakan Nasional 1000 Startup Digital - Malang
 
• Komisi I Siap Bahas RUU Terkait E-Commerce
 
• E-Commerce untuk UKM Dilakukan untuk Mendorong Pertumbuhan dan Penguatan Ekonomi Indonesia
 
• Miris, Transaksi E-Commerce Belum di Atur dalam UU KUP
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]