Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Militer AS 'Mendeteksi Korut Lakukan Uji Rudal Balistik yang Gagal'
2016-10-16 16:48:04

Laporan menyebutkan pemimpin Korut Kim Jong-un melakukan pengawasan langsung terhadap sejumlah uji coba misil.(Foto: KCNA / Reuters)
KOREA UTARA, Berita HUKUM - Korea Utara telah melakukan uji coba rudal ballistik jarak menengah yang gagal, jelas militer AS. Korea Utara dituding berusaha untuk memulai lagi jarak menengah rudal balistik pada hari Sabtu (15/10), menurut Pentagon. Baik AS dan Korea Selatan mengecam peluncuran roket, yang kabarnya gagal saat setelah diluncurkan.

Komando Strategis mengumumkan bahwa sistem pemantauan terdeteksi peluncuran di barat laut Korea Utara pada hari Sabtu di 12:03 waktu setempat.

"Kami sangat mengutuk ini dan tes rudal baru lainnya oleh Korea Utara, "kata US Navy Commander Gary Ross, juru bicara Pentagon. "Komitmen kami untuk pertahanan sekutu kami, termasuk Republik Korea dan Jepang, dalam menghadapi ancaman ini, adalah ketat. Kami tetap siap untuk mempertahankan diri dan sekutu kita dari serangan atau provokasi. "

sementara, Militer Korea Selatan juga menegaskan bahwa roket gagal segera setelah lepas landas dan mengecam upaya kore utara tersebut.

"Peluncuran rudal balistik Korut merupakan pelanggaran yang jelas dari resolusi Dewan Keamanan PBB dan kami sangat mengutuk tindakan ilegal Utara untuk provokasi," ujar Kepala Staf JCS, kantor kepala staf gabungan Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Rudal Musudan diperkirakan memiliki jangkauan sampai 4.000 kilometer, cukup untuk mengenai Korea Selatan, Jepang dan wilayah AS di Guam.
Pyongyang belum merespon pemberitaan tersebut.

Korea Utara telah melakukan sejumlah uji coba rudal dalam tahun ini, meskipun PBB telah melarang negara ini menggunakan teknologi balistik atau nuklir.

Uji coba rudal ballistik ini dilakukan ditengah kekhawatiran Korea Utara akan meluncurkan roket jarak jauh atau melakukan uji coba nuklir.

Uji coba dilakukan di dekat kota Kusong, pada Sabtu (15/10), jelas pernyataan Pentagon.

Komandan Angkatan Laut AS Gary Ross mengatakan peluncuran misil "bukan merupakan bentuk ancaman terhadap Amerika Utara".
Pyongyang bersikeras program luar angkasanya digunakan untuk kepentingan perdamaian.

Tetapi AS, Korea Selatan dan bahkan Cina, negara yang merupakan sekutu terdekatnya, mengatakan peluncuran roket yang terakhir ini memiliki tujuan untuk mengembangkan rudal balistik antar benua.(rt/BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Korea Utara
 
Korea Utara Biayai Program Rudal Nuklir Triliunan Rupiah dari Pencurian Kripto
 
Tembakan Rudal Korea Utara ke Arah Jepang, 'Apa maunya Kim Jong-un?'
 
Kim Jong-un Muncul di Depan Umum di Tengah Spekulasi tentang Kesehatannya, Ungkap Media Korut
 
Korea Utara: Pyongyang 'Luncurkan Rudal dari Kapal Selam', Melesat Sejauh 450 Km
 
Korea Utara Tolak Perundingan Damai dengan Korea Selatan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]