Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Polisi
Metromini Tabrak Polisi Hingga Patah Kaki
Wednesday 23 Jan 2013 17:41:13

Mobil Metromini yang menabrak Polisi, Rabu (23/1).(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aiptu Widarman, Anggota Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, ditabrak Metromini P11 nopol 7920 EM jurusan Senen-Kemayoran di Jl Landas Pacu Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 12:00 WIB tadi. Akibat perbuatan sopir itu, Aiptu Widarman mengalami patah kaki kanan dan luka-luka di bagian kaki kiri.

Aiptu Widarman mengatakan, kejadian yang menimpanya tersebut terjadi sangat cepat. Saat itu dirinya bermaksud memutar arah menuju ke kantornya dan hendak mengganti baju untuk berdinas lagi keluar. Namun, tiba-tiba Metromini yang datang melaju dengan kecepatan tinggi menabraknya, hingga akhirnya ia pun terjatuh.

“Saya sedang bertugas. Ketika mau berbelok tiba-tiba Metromini yang melaju kencang dari arah Senen itu menabrak saya. Akibatnya, saya langsung terpental di tengah jalan, beruntung tidak ada kendaraan lain yang melintas,” katanya sambil menahan sakit, Rabu (23/1).

Paska kecelakaan tersebut, Aiptu Widarman langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran untuk mendapat penanganan medis, sementara Metromini tersebut langsung dikandangkan di dalam kantor Polsek Kemayoran untuk dilakukan penyelidikan dan penanganan oleh petugas. Kecelakaan itu juga membuat Aiptu Widarman tidak bisa lagi menjalankan tugasnya hari ini dan menyerahkannya kepada petugas yang lain. “Saya seharusnya bertugas sampai sore nanti. Akibatnya semua jadi terbengkalai,” sesalnya.

Sugani (40), sopir Metromini berdalih, saat dirinya sedang mengendarai Metromini tiba-tiba saja ada yang berbelok hingga dirinya tak sempat menghentikan kendaraan. “Saya dari Senen, mas, nggak ngeliat lagi. Sebenarnya saya nggak ngebut kecepatan saya normal. Memang pertigaan di sini (depan polsek) rawan kecelakaan,” kilahnya, seperti yang dikutip dari beritajakarta.com, pada Rabu (23/1).

Namun, keterangannya itu dibantah Sodik (42), yang menjadi saksi mata kejadian tersebut. Menurutnya, Metromini tersebut melaju sangat kencang dari arah Senen, dan menurutnya bisa menghindari kejadian tersebut jika sang sopir bisa mengendalikan laju mobil.

“Metronya ngebut banget, mungkin sengaja nggak mau ngerem, karena biasanya Metromini di sini ugal-ugalan dalam mengejar penumpang. Kalau sopirnya ngeremnya cepat mungkin nggak akan nabrak,” tandasnya.(brj/bhc/rby)


 
Berita Terkait Polisi
 
Oknum Satreskrim Polres Bekasi Dituding Arogan kepada Seorang Warga Taman Beverly Lippo Cikarang Bekasi
 
Johan Budi Usul Polisi Nakal Jangan Dimutasi
 
Tayangan Patroli Polisi Mengundang Reaksi
 
Viral!! Sopir Truk Dipalak Bawang Sekarung, Oknum Polantas Bandara Soetta Ini Dimutasi
 
Tindak Tegas Oknum Polisi yang Mempermalukan Institusi Polri
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]