Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Jakarta
Merasa Diculik, Mahasiswi FK UI Tewas Loncat dari Angkot di Jembatan Lima
Sunday 10 Feb 2013 18:17:22

Ilustrasi.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Annisa Azward (20), mahasiswi Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) semester 4, akhirnya meninggal dunia setelah dirawat empat hari di RS Koja Jakarta Utara, Minggu (10/2) dini hari tadi. Mahasiswi lulus tes jalur SNPTM dari Bukit Tinggi Sumatera Barat ini, menjalani perawatan setelah melompat dari angkot di Jembatan Lima, Jakarta Barat, karena berupaya menyelamatkan diri dari dugaan penculikan yang dilakukan oleh sang sopir.

Kakak sepupu korban Rika Bandari, Minggu (10/2) bercerita, kejadian tersebut bermula pada Rabu 6 Februari 2013 pukul 15:30 WIB lalu, saat itu korban hendak mengunjungi om dan tantenya Refnihati di kawasan Pademangan Jakarta Utara.

Annisa berangkat dari kosannya di Depok (dekat kampus UI) pukul14:00 WIB dengan naik kereta Commuter dan berhenti di Stasiun Jakarta Kota (BEOS). Ia lalu naik angkot trayek U10 jurusan Kalipasir-Sunter. Tapi naas, ia dibawa putar-putar oleh sang sopir.

Korban yang anak rantau, pendiam dan tidak begitu mengenal kawasan itu merasa was-was. Benar saja, ia dibawa oleh sang sopir berlawanan arah, hingga ke arah Pekojan Jakarta Barat, padahal seharusnya ke arah Sunter. Merasa dalam bahaya, apalagi hari mulai gelap dan akan hujan lebat, korban kemudian menelpon tantenya, melaporkan bahwa ia dibawa putar-putar oleh si sopir.

"Anissa bilang, salah naik angkot, bilang sama sopirnya turun dimana biar dijemput nanti," tutur tantenya kepada Rika.

Namun, sepuluh menit kemudian, tantenya menelepon balik, tapi HP Anissa yang angkat Polisi dan mengatakan bahwa tak sadarkan diri, kepalanya terbentur trotoar tak jauh dari Pos Polisi Sub Sektor Jembatan Lima, Polsek Tambora. Persis sebelum flyover arah Kota. Anissa meloncat dari Angkot yang membawanya putar-putar tersebut.

Dua orang anggota polisi, kemudian membawa korban ke RS Pluit Jakarta Utara, tapi pihak rumah sakit tidak mau melakukan tindakan operasi karena pihak keluarga tidak memiliki dana Rp 12 juta.

"Akhirnya dibawa ke RS Koja. Kemudian dirawat hingga akhirnya meniggal tadi pagi, 10 Feb 2013 pukul 3:30 WIB di RS Koja. Jenazah Icha masih berada di Kamar Mayat RS Koja," tuturnya.(pkc/bhc/rby)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Omzet Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan Capai Ratusan Juta
 
Presiden dan Wakil Presiden RI Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Anies Baswedan
 
Gelar Acara 'Jakarta Menyapa', Gubernur Anies Apresiasi Peran Kader PKK Menjaga Kesejahteraan Keluarga
 
Survei CSIS Bertolak Belakang dengan Data BPS, Tingkat Kesempatan Kerja di DKI Jakarta Meningkat
 
KPw BI DKI Jakarta Sebut Transaksi Digital QRIS di Jakarta Luar Biasa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]