Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
UU Ormas
Menolak RUU Ormas, Hendardi: Ini Adalah Sampah!
Sunday 30 Jun 2013 17:12:51

Hendardi setelah selesai Jumpa Pers di Sekretariat YLBHI, Jl Diponegoro No. 7 Jakarta, Minggu (30/6).(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rapat Paripurna DPR pada 25 Juni 2013 akhirnya memutuskan bahwa agenda pengesahan RUU Ormas ditunda menjadi Selasa 2 Juli 2013. Rapat paripurna, yang tidak dihadiri oleh hampir 250 anggota DPR, memutuskan juga agar DPR melakukan sosialisasi kembali, terutama kepada pihak-pihak yang tidak setuju dan menolak RUU Ormas.

Sebelum keputusan rapat paripurna dibacakan, seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan masing-masing. Tercatat, masih terjadi silang pendapat yang tajam di antara anggota DPR tentang materi RUU Ormas. Sempat pula muncul kritik terhadap Pansus RUU Ormas yang kurang tanggap terhadap penolakan yang datang dari berbagai elemen masyarakat secara masif.

Menurut Hendardi, Undang-Undang ini adalah sampah dan RUU ormas ini tidak diperlukan. "Masyarakat tidak butuh ini, RUU Ormas ini sampah, tidak diperlukan, jadi harus dibuang saja," kata Hendardi dalam Jumpa Pers di sekretariat YLBHI, Jl Diponegoro No. 7 Jakarta, Minggu (30/6).

Dalam acara guna menolak RUU Ormas ini, hadir para tokoh Indonesia diantaranya Adnan Buyung Nasution (praktisi hukum), Hendardi (SETARA Institute), Romo Benny Susetyo (KWI), Syamsuddin Haris (LIPI), Meuthia Ganie Rochman (sosiolog UI), dan Riefki Muna (Litbang Muhammadiyah) dan lebih dari 50 Jurnalis baik cetak maupun elektronik.

Sementara itu Adnan Buyung Nasution dengan intonasi kesal mengungkapkan bahwa kita sudah lama dijajah, segala gerak gerik rakyat seakan tidak ada lagi kebebasan. "Negara tidak boleh diberikan sedikit pun ruang untuk menindas rakyat lagi. Kekuasaan ini cenderung menyeleweng. Kita ini sudah sering dijajah oleh bangsa sendiri," pungkasnya.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait UU Ormas
 
• LSM Ikut Gugat Kebebasan Berserikat dalam UU Ormas
 
• Baru Sebulan Disahkan, UU Ormas Digugat PP Muhammadiyah
 
• UU Ormas di Sahkan, Kontras Akan Judicial Review ke MK
 
• Ribuan Buruh Aksi Tolak RUU Ormas di DPR
 
• KKB Menolak RUU Ormas, Adnan: Adakan Pembangkangan Nasional
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]