Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Dubes
Menlu Retno Memberikan Pernyataan Soal Penarikan Dubes Australia
Thursday 30 Apr 2015 03:50:21

Perdana Menteri Australia, Tony Abbot (kanan atas), Dubes Australia Paul Gibson (kiri bawah) serta Menlu) Indonesia, Retno Marsudi (kanan bawah).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Australia mengumumkan untuk menarik Duta Besar (Dubes)-nya yang ada di Indonesia, Paul Gibson sebagai protes setelah 2 orang warganya dieksekusi di Nusakambangan Indonesia semalam. Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi pun angkat bicara soal informasi penarikan Dubes Australia itu.

Menlu Retno mengatakan, sejauh ini pihaknya baru memperoleh informasi penarikan Dubes Australia itu dari media. Dia menegaskan bahwa, Pemerintah Australia hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut, kepada Pemerintah Indonesia.

Kita mendengarkan informasi rencana penarikan Dubes Australia. Informasi ini masih kita peroleh dari media. Namun Kemenlu belum menerima secara resmi, kata Menlu di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Retno, penarikan Dubes Australia untuk Indonesia sedianya dimaksudkan untuk konsultasi ke negara asal. Hal tersebut pun menjadi hak negara pengirim.

Di dalam setiap komunikasi yang kita lakukan, kita selalu menekankan bahwa, "Indonesia menjalin hubungan baik. Australia itu mitra penting," ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Tony Abbot, telah mengumumkan akan menarik Dubesnya dari Jakarta setelah duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dieksekusi semalam. Menlu Australia, Julie Bishop menambahkan, Dubes Paul Gibson akan pulang ke Australia pada akhir pekan ini.(dbs/bh/yun)


 
Berita Terkait Dubes
 
• Presiden Jokowi Lantik 10 Dubes Baru RI Untuk Negara Sahabat
 
• Menlu Retno Memberikan Pernyataan Soal Penarikan Dubes Australia
 
• Kecam Keras Eksekusi, Australia akan Tarik Dubes
 
• Presiden Gelar Ramah Tamah dengan 50 Dubes di Istana Cipanas
 
• Dubes Arab Saudi Pamitan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]