Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Greenpeace
Menjadi Pewarta Lingkungan Bersama Greenpeace
Thursday 23 Oct 2014 17:45:00

Banner JARING (Jurnalisme Warga untuk Lingkungan) akan menjadi semacam ‘portal mini’ untuk semua posting dengan tagar #PRke7.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Apakah baru-baru ini kamu baru saja menyaksikan kejadian kerusakan atau pencemaran lingkungan? Atau mungkin bahkan kamu sempat membuat fotonya? Atau mungkin kamu punya blog, kicauan atau kultwit tentang isu-isu lingkungan dan kamu ingin membaginya, namun tidak bagaimana caranya? Jangan kuatir, kami baru saja meluncurkan sebuah platform dimana kamu dapat membaginya melalui sosial media yang kamu punya dengan mudah dan cepat. Yang perlu kamu lakukan hanya menambahkan tagar #PRke7. Mudah, kan?

Platform ini kami beri nama JARING (Jurnalisme Warga untuk Lingkungan), dimana dia akan menjadi semacam ‘portal mini’ untuk semua posting dengan tagar #PRke7. Posting yang kamu buat lewat akun Twitter, Facebook, Instagram, Google+, Vine atau Flickr dengan #PRke7 secara otomatis akan muncul di laman JARING ini. Kamu juga bisa melihat posting lain yang berasal dari seluruh Indonesia di sini.

Mengapa #PRke7? Ini adalah singkatan dari PR untuk Presiden ke-7. Di sini kita ingin mengumpulkan informasi lingkungan sebanyak mungkin dari publik dan melalui platform ini kita ingin membangun sebuah kanal informasi lingkungan bersama. Melalui platform ini kita ingin membangun partisipasi warga dan membagi informasi lingkungan dengan cepat dan meluas. Kita juga dapat memantau keadaan lingkungan hidup yang terjadi di seluruh Indonesia. Seru, kan?

Jadi misalnya, kalau di sekitar kamu ada restoran, rumah sakit atau industri tekstil yang membuang limbahnya ke alam, atau mungkin ketika dalam perjalanan ke luar kota kamu menyaksikan penebangan hutan atau penggalian tambang dan mencemari air, atau ketika kamu sedang liburan di pantai dan kamu mengetahui tentang perburuan hiu atau pencurian ikan oleh kapal asing, kamu bisa dengan cepat mengirim informasi tersebut. Bayangkan dengan teknologi ponsel pintar sekarang, kita bisa dengan cepat mengetahui dan mengikuti apa yang terjadi di seluruh pelosok negeri dengan cepat. Orang-orang yang mau merusak lingkungan demi kepentingan profit perusahaannya, kini tidak bisa lagi bersembunyi. Kita akan mengeksposnya, dan kamu adalah pewartanya.

Kita ingin mendorong masalah-masalah lingkungan yang dilaporkan publik ini menjadi perhatian bagi pemerintah baru Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dan untuk isu-isu lingkungan hidup yang urjen sifatnya seperti krisis perubahan iklim, kehancuran keanekaragaman hayati, pencemaran air, tanah dan udara dapat masuk menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang segera harus diselesaikan oleh pemerintah. Dengan kata lain, kita sedang membantu pemerintah baru untuk menysusun PR lingkungan serta mendorong penyelesaiannya.

Kamu juga bisa membagi hal-hal inspiratif dalam menjaga lingkungan. Ada banyak inspirasi dan keindahan lingkungan yang juga perlu dibagi dan dirayakan. Foto keindangan pulau-pulau kecil, hutan alam, lautan biru dan sungai-sungai yang jernih atau alam pedesaan yang permai dan masyarakatnya yang masih mempraktekkan hidup yang selaras dengan alam. Kita juga perlu menginspirasi solusi untuk dapat hidup dengan dampak yang sangat minimal bagi alam kita.

Kami yakin kamu siap menjadi pewarta lingkungan dan punya banyak berita, cerita, inspirasi yang siap dibagi. Kirimkan sekarang juga melalui Twitter, Facebook, Instagram, Google+, Vine atau Flickr dengan menggunakan tagar #PRke7, dan ikuti terus tayangan yang terkumpul di sini. Demikian tulis Longgena Ginting Kepala Greenpeace Indonesia, 'Ini Cara Menjadi Detektif Lingkungan' pada rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis (23/10).(gp/bhc/sya)


 
Berita Terkait Greenpeace
 
KPK Adukan 'Laser Hijau' Greenpeace ke Polisi, ICW: Otoriter
 
Bukan Hanya Jerat dan Peluru yang Membuat Harimau Punah
 
Menyelamatkan Hutan Kita dengan Moratorium
 
Terima Kasih Telah Turut Melindungi Bumi Kita
 
Menjadi Pewarta Lingkungan Bersama Greenpeace
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]