Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Kerusakan Hutan
Menelusuri Jejak Kerusakan Hutan Indonesia Sebagai Bahan Baku Pulp
Wednesday 12 Dec 2012 12:40:22

Pengangkutan Kayu Hutan Pulp.(Foto: Ist)
RIAU, Berita HUKUM - Kisruh Pembabatan hutan alam terkait bahan baku pulp dan kertas semakin memprihatinkan. Akibatnya, Greenpeace mendesak ada perhatian serius Kementerian Kehutanan yang menyebut Asia Pulp & Paper menggunakan kayu Ramin dan menjualnya di dalam negeri maupun ekspor lambat diproses.

Indonesia sebenarnya sudah melakukan penerapan konvensi ‘The Convention on International Trade in Endangered Species (CITES)’. Konvensi ini melarang perusahaan melakukan penjualan baik ekspor maupun dalam negeri serta pada produk turunan.

Kentucky Fried Chicken (KFC) pertengahan tahun 2012 dipaksa Greenpeace dan WALHI untuk tidak menggunakan produk yang berasal dari APP. Saat ini, Riau merupakan daerah penghasil pulp dan kertas terbesar. Total kapasitasnya 5,1 juta ton atau sekitar 70 persen dari kapasitas nasional.

“Kondisi saat ini membuat upaya memperbaiki kondisi hutan alam Indonesia yang berkontradiksi semakin terdesaknya hutan alam oleh ekspansi secara terus menerus,” ujar Dedy Ratih, Manager Kampanye dan Advokasi WALHI, anggota IWGFF (Indonesian Working Group on Forest Finance), Rabu (12/12).

APP melalui anak perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk diduga melakukan menggunakan kayu Ramin ilegal dicampur dalam pasokan kayu pada pembukaan hutan alam yang disebut kayu keras tropis campuran atau mixed tropical hardwood (MTH).

Namun, pihak Kementerian Kehutanan membantah bahwa APP melakukan tindak pidana. Sebaliknya, Kemenhut menyatakan justru Greenpeace yang salah melakukan penelitian alias ‘salah alamat’.

“Ternyata, APP tidak salah dan bukan pidana. Justru Greenpeace gak bener,” kilah Ir. Darori MM Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, seperti yang dikutip dari lensaindonesia.com, pada Rabu (12/12).

APP memiliki kapasitas sejak 2007-2012 sebesar 2,30 juta ton per tahun. Pada 2007-2008, APP mengeluhkan kekurangan bahan pasokan bahan baku. PT IKPP selaku anak perusahaan APP mendapatkan sanksi karena terjerat kasus ilegal logging yang pada akhirnya ijin RKT tidak diterbitkan.

Melihat kilas perjalanan APP di Riau. Seringkali terjadi penolakan warga terutama warga adat yang berada di sekitar lokasi.

“Cara APP biasanya babat dulu, ribut baru diselesaikan,” ujar Dedy Ratih.(li/bhc/opn)


 
Berita Terkait Kerusakan Hutan
 
MA Vonis PT Merbau Pelalawan Lestari Bayar Denda Rp 16 Triliun atas Perusakan Lingkungan
 
Pemerintah: Pemanfaatan Barang Bukti Kayu, Potensi Modus Baru Pembalakan Liar
 
IDM Desak Perbup dan Perkab Sorong Dicabut terkait Tata Hutan
 
Ribuan Hektar Hutan di Minsel Rusak
 
Rehabilitasi Hutan Agar Lestari
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]