Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Wisma Atlet
Menanti Kelanjutan Korupsi Mega Proyek dari Mahyuddin
Wednesday 09 May 2012 02:03:53

Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI, Prof. DR. H. Mahyuddin, NS, SP.OG dari wakil Dapil Sumatera Selatan Partai Demokrat (Foto: BeritaHUKUM.com/biz)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Mahyudin kembali diperiksa KPK terkait pemanggilan dirinya sebagai saksi atas kasus bekas Puteri Indonesia, dan Politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh. Kemeja batik coklat melekat di tubuh Mahyudin. Ia tiba di KPK pada pukul 09.27 WIB pagi tadi dengan didampingi seorang ajudan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI, Prof. DR. H. Mahyuddin, NS, SP.OG dari wakil Dapil Sumatera Selatan Partai Demokrat itu sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek Kemendiknas dan Kemenpora. Pemeriksaan dilakukan selama kurang lebih lima jam.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Nugraha Priharsa, menyatakan benar adanya kedatangan Mahyudin tersebut. Kedatangannya, pada Selasa (8/5), hanya untuk dimintai keterangan seputar kasus istri Almarhum Adjie Massaid itu. Tujuannya untuk mengembangkan kasus Kemenpora dan Kemendiknas.

Ketika ditanya perihal fokus pertanyaan yang ditujukan kepadanya, Mahyuddin mengaku ditanya penyidik KPK perihal pembahasan anggaran antara Komisi X dengan kementerian yang menjadi mitra kerjanya, Kemenpora dan Kemendiknas. Bahkan, Politisi Partai Berlambang Bintang Segitiga Merah Putih itu menegaskan bahwa dirinya tidak ada ditanyai seputar pembagian uang.

"Cuma meminta keterangan pembahasan anggaran dengan kementerian saja. Kementerian mitra kerja komisi X," kata Mahyudin kepada wartawan di KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/5).

Pemanggilan ini bermula dari pernyataan kasus terdakwa suap proyek wisma atlet Jakabaring Palembang, M Nazaruddin. Laki-laki kelahiran Bangun, Simalungun, Sumatera Utara, itu berkali-kali mengatakan bahwa Mahyuddin membahas proyek wisma atlet dan sertifikat tanah Hambalang saat melakukan pertemuan dengan Komisi X DPR di Kantor Kemenpora. Selain itu, kuat diduga, Mahyuddin pun tahu seputar keterlibatan Angie. Baru-baru ini, Angie ditetapkan sebagai Tersangka dalam kasus terkait mega proyek wisma atlet SEA Games 2011 dan proyek pembangunan fasilitas di beberapa universitas di bawah garapan Kemendiknas.

Seperti yang telah diketahui, Mahyuddin membantah pernah melakukan pertemuan pembahasan proyek pembangunan wisma atlet Jakabaring guna SEA Games di Palembang dengan Nazarudin.(bhc/frd)


 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]